Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan Israel Yoav Gallant telah meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengesampingkan pemerintahan Israel di Gaza dan memaparkan rencananya pascaperang. Dalam kesempatan itu Gallant memperingatkan ia menentang pemerintahan Israel di wilayah kantong Palestina.
“‘Hari setelah Hamas’ hanya akan tercapai jika entitas Palestina mengambil kendali atas Gaza, didampingi oleh aktor-aktor internasional, membangun pemerintahan alternatif terhadap pemerintahan Hamas,” kata Gallant dalam konferensi pers di Kirya, markas besar militer Israel, Rabu (15/5).
“Saya menyerukan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengambil keputusan dan menyatakan Israel tidak akan membentuk kendali sipil atas Jalur Gaza, Israel tidak akan membentuk pemerintahan militer di Jalur Gaza, dan pemerintahan alternatif selain Hamas di Jalur Gaza akan segera dinaikkan,” imbuhnya.
Baca juga : Nasib Gencatan Senjata di Gaza Masih Kelam
Pernyataan Gallant muncul ketika pertanyaan serius mengenai strategi jangka panjang Israel di Gaza.
Para pejabat militer Israel diam-diam telah memperingatkan kurangnya strategi jangka panjang dalam pemerintahan pascaperang akan mengakibatkan pola serupa terulang di seluruh Gaza.
Para pejabat tinggi Amerika melakukan hal tersebut secara terbuka, dimana Menteri Luar Negeri Antony Blinken memperingatkan Israel harus “fokus pada apa yang bisa dan harus dilakukan di masa depan” untuk menghindari “anarki dan kekosongan yang mungkin akan diisi oleh kekacauan.”
Baca juga : Benjamin Netanyahu Bersikeras Hancurkan Rafah
Gallant sebelumnya mengatakan dia menentang kendali Israel atas Gaza pascaperang. Namun pernyataannya pada Rabu menjadi paling langsung mengenai topik tersebut ketika dia memperingatkan konsekuensi dari kehadiran militer Israel dalam jangka panjang di Gaza dan langsung memanggil Netanyahu.
“Saya tidak akan menyetujui pembentukan pemerintahan militer Israel di Gaza. Israel tidak boleh mendirikan pemerintahan sipil di Gaza,” katanya.
Ia memperingatkan pendudukan militer di wilayah Palestina akan menimbulkan banyak korban berupa “pertumpahan darah dan korban jiwa, serta kerugian ekonomi yang besar,” ia memperingatkan.
Baca juga : Pejabat Jalur Gaza: Serangan Israel Bunuh Sembilan Anggota Keluarga di Rafah
Netanyahu tampaknya menanggapi pernyataan Gallant pada Rabu malam, dengan mengatakan dalam pernyataan video yang diposting ke media sosial bahwa baik Hamas maupun Otoritas Palestina bukanlah entitas yang dapat diterima untuk memerintah Gaza.
“Saya tidak bersedia mengganti Hamastan dengan Fatahstan,” katanya merujuk pada Fatah, partai politik Palestina yang mendominasi Otoritas Palestina.
Netanyahu juga mengatakan bahwa kekalahan total Hamas akan menjadi prasyarat bagi pemerintahan sipil baru di Gaza. “Selama Hamas masih ada, tidak ada entitas lain yang akan memasuki Gaza untuk mengurus aspek sipil, terutama Otoritas Palestina,” katanya.
Baca juga : Israel Terjepit di Antara Iran dan Hamas
Pernyataan Gallant memicu badai politik di Israel, dengan sejumlah anggota parlemen sayap kanan mengutuk pernyataan Gallant dan beberapa bahkan mendesak Netanyahu untuk mencopotnya dari jabatannya. Sementara itu, anggota kabinet perang, Menteri Benny Gantz, mendukung pendirian Gallant, dengan mengatakan bahwa dia “mengatakan kebenaran”.
Bentrokan publik antara Gallant dan Netanyahu terjadi setelah Amerika berulang kali menyerukan agar Israel membuat rencana yang jelas untuk Gaza pascaperang.
“Kami tidak mendukung dan tidak akan mendukung pendudukan Israel. Kami juga tentu saja tidak mendukung pemerintahan Hamas di Gaza,” Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers di Kyiv, Ukraina, pada hari Rabu, sambil menambahkan, “Kami juga tidak boleh mengalami anarki dan kekosongan yang mungkin terjadi. dipenuhi oleh kekacauan.”
“Perlu ada rencana yang jelas dan konkrit, dan kami berharap Israel dapat mewujudkan ide-idenya,” katanya. (CNN/Z-3)
ORGANISASI nonpemerintah hak asasi manusia Arab mengajukan permohonan agar Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
SETIDAKNYA 84 tahanan Palestina meninggal di penjara-penjara Israel sejak Oktober 2023 setelah mengalami penyiksaan sistematis.
EMIRAT Arab menjadi salah satu negara pertama yang secara terbuka berkomitmen pada Dewan Perdamaian Presiden Donald Trump pada Selasa (20/1).
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu keberatan terhadap susunan panel penasihat Gaza yang baru dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menhan Pakistan Khawaja Asif sebut AS standar ganda: Harusnya tangkap PM Israel Netanyahu sebagai penjahat kemanusiaan, bukan culik Presiden Venezuela Maduro.
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menyampaikan pesan kepada Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved