Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak masyarakat Palestina untuk bersatu di tengah invasi Israel di Gaza. Hal itu ia sampaikan usai bertemu ketua Hamas Ismail Haniyeh di Istanbul, Sabtu (20/4).
Erdogan telah berupaya, namun gagal, untuk menjadi mediator dalam konflik Gaza yang telah mengguncang Timur Tengah sejak 7 Oktober.
Ketegangan di wilayah tersebut meningkat ketika wilayah Palestina yang dikuasai Hamas bersiap menghadapi serangan baru Israel dan laporan serangan Israel terhadap Iran.
Baca juga : Presiden Iran Ebrahim Raisi Kunjungi Turki Besok Bahas Israel-Hamas
“Sangat penting bagi Palestina untuk bertindak dengan kesatuan dalam proses ini. Respons terkuat terhadap Israel dan jalan menuju kemenangan terletak pada persatuan dan integritas,” kata Erdogan menurut pernyataan kepresidenan Turki.
Hamas, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Israel, adalah saingan faksi Fatah yang memerintah Otoritas semi-otonom Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Ketika ketegangan yang meningkat antara Iran dan Israel memicu ketakutan akan perang regional yang lebih luas, Erdogan mengatakan kejadian ini tidak boleh membiarkan Israel mendapatkan kekuatan dan penting untuk bertindak dengan cara yang tetap memperhatikan Gaza.(AFP/M-3)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama.
Penghentian penyelidikan antidumping oleh Turki menjadi penegasan atas meningkatnya kredibilitas produk baja nirkarat Indonesia di pasar internasional.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Presiden Donald Trump umumkan tarif impor 25% bagi negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Langkah ini diambil di tengah wacana opsi militer AS ke Teheran.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved