Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PASIEN di Inggris dan Uni Eropa menghadapi kekurangan obat penting seperti antibiotik dan obat epilepsi, demikian penelitian yang diterbitkan Kamis.
Laporan dari lembaga pemikir Nuffield Trust Inggris menemukan situasi tersebut telah menjadi "normal baru" di Inggris dan "juga memiliki dampak serius di negara-negara Uni Eropa".
Mark Dayan, pemimpin program Brexit di lembaga pemikir Nuffield Trust, mengatakan keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa tidak menyebabkan masalah pasokan di Inggris tetapi memperburuknya.
Baca juga : Israel akan Respons Serangan Iran
"Kami tahu banyak masalah tersebut bersifat global dan berkaitan dengan rantai impor yang rapuh dari Asia, tertekan oleh penutupan akibat Covid-19, inflasi, dan ketidakstabilan global," katanya.
"Tetapi keluarnya dari Uni Eropa telah meninggalkan Inggris dengan beberapa masalah tambahan - produk tidak lagi mengalir dengan lancar melintasi perbatasan dengan Uni Eropa, dan dalam jangka panjang kesulitan kami untuk menyetujui sebanyak mungkin obat mungkin berarti kami memiliki lebih sedikit alternatif yang tersedia," katanya.
Para peneliti juga memperingatkan berada di luar Uni Eropa mungkin berarti Inggris tidak dapat mengambil manfaat dari langkah-langkah Uni Eropa yang diambil untuk mengatasi kekurangan, seperti membawa produksi obat kembali ke Eropa.
Baca juga : Pengunaan Antibiotik Secara Sembarangan Bisa Fatal Bagi Tubuh Manusia
Mereka mengatakan bahwa ini termasuk Aliansi Obat Kritis Uni Eropa yang diluncurkan pada awal 2024.
Analisis permintaan informasi kebebasan dan data publik tentang kekurangan obat menunjukkan bahwa jumlah pemberitahuan dari perusahaan obat yang memperingatkan kekurangan yang akan datang di Inggris telah lebih dari dua kali lipat dalam tiga tahun.
Menurut laporan tersebut, The Future for Health After Brexit, sebanyak 1.634 peringatan dikeluarkan tahun 2023, naik dari 648 pada tahun 2020.
Baca juga : Didukung Kedutaan Besar Inggris, Genomic Science Dojo & Workshop Siap Digelar
Paul Rees, chief executive National Pharmacy Association (NPA), mengatakan kekurangan obat telah menjadi "hal biasa", menambahkan bahwa ini "benar-benar tidak dapat diterima dalam sistem kesehatan modern manapun."
"Kekurangan pasokan adalah bahaya nyata dan hadir bagi pasien yang mengandalkan obat-obatan penyelamat nyawa untuk kesejahteraan mereka," katanya.
Jurubicara Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial mengatakan Inggris tidak sendirian dalam menghadapi masalah pasokan medis.
Mereka mengatakan sebagian besar kasus kekurangan telah "dikelola dengan cepat dengan gangguan minimal bagi pasien". (AFP/Z-3)
BOS Manchester United Jim Ratcliffe menyampaikan permohonan maaf setelah pernyataannya yang menyebut Inggris dikolonialisasi oleh imigran.
THOMAS Tuchel memastikan bersama tim nasional Inggris setelah menandatangani kontrak baru hingga Euro 2028 yang akan digelar di Inggris dan Irlandia.
SINAR Mas Land melalui Digital Hub menerima kunjungan delegasi tingkat tinggi British Council bersama perwakilan lebih dari 25 universitas terkemuka Inggris.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London.
PEMERINTAH Indonesia dan Inggris memperkuat kerja sama investasi di sektor maritim melalui pembangunan ribuan kapal nelayan dan pengembangan kampung nelayan.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved