Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Israel mengatakan rumah sakit di daerah kantong Palestina, tempat perang berkecamuk selama lebih dari lima bulan, digunakan oleh militan Hamas sebagai markas. Mereka telah merilis video dan gambar yang mendukung klaim tersebut.
Hamas dan staf medis membantah tuduhan tersebut. Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan salah satu stafnya tewas ketika tank-tank Israel tiba-tiba mundur ke daerah sekitar RS Al-Amal dan Nasser di kota selatan Khan Younis, di tengah pemboman besar-besaran dan tembakan.
"Pasukan Israel mulai beroperasi di sekitar Al-Amal, menyusul informasi intelijen yang tepat yang mengindikasikan bahwa teroris menggunakan infrastruktur sipil untuk kegiatan teror di wilayah Al-Amal," kata militer Israel.
Baca juga : Penyamaran Gagal, Israel Malah Bunuh Tentaranya Sendiri
Pasukan lapis baja Israel menutup RS Al-Amal dan melakukan operasi buldoser besar-besaran di sekitarnya, kata Bulan Sabit Merah dalam sebuah pernyataan. “Semua tim kami berada dalam bahaya ekstrem saat ini dan tidak bisa bergerak sama sekali,” kata lembaga itu.
Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah mengatakan pasukan Israel kini menuntut evakuasi menyeluruh terhadap staf, pasien, dan pengungsi dari RS Al Amal. Israel juga menembakkan bom asap ke wilayah tersebut untuk memaksa penghuninya keluar.
Seorang pengungsi Palestina tewas di dalam kompleks rumah sakit setelah kepalanya terkena tembakan Israel. Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan puluhan pasien dan staf medis telah ditahan oleh pasukan Israel di RS Al Shifa di Kota Gaza di utara wilayah kantong tersebut yang telah berada di bawah kendali Israel selama seminggu.
Baca juga : Pasukan Israel Tahan Direktur Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza
Kantor media pemerintah yang dikelola Hamas mengatakan pasukan Israel telah membunuh lima dokter Palestina selama tujuh hari serangan mereka terhadap RS Al Shifa. Militer Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan tersebut. Sebelumnya disebutkan bahwa mereka telah menewaskan lebih dari 170 pria bersenjata dalam serangan tersebut.
RS Al Shifa adalah salah satu dari sedikit fasilitas kesehatan yang bahkan sebagian beroperasi di Gaza utara. Seperti fasilitas lainnya RS itu juga telah menjadi pengungsian.
Penduduk Khan Younis mengatakan pasukan Israel juga telah maju dan membentuk barisan di sekitar RS Nasser di barat kota di bawah perlindungan tembakan udara dan darat yang hebat.
Baca juga : Jelang Gencatan Senjata dengan Israel, 200 Warga Palestina Terbunuh
Di Rafah, kota paling selatan Gaza di perbatasan Mesir yang menjadi tempat perlindungan terakhir bagi separuh penduduk Gaza yang mengungsi, serangan udara Israel terhadap sebuah rumah menewaskan tujuh orang, kata para pejabat kesehatan Gaza.
Setidaknya 32.226 warga Palestina telah tewas, 84 di antaranya tewas dalam 24 jam terakhir, dan 74.518 orang terluka dalam serangan udara dan darat Israel ke wilayah pesisir yang padat penduduknya sejak 7 Oktober, kata kementerian kesehatan Palestina dalam laporan terbarunya pada Minggu (24/3).
Israel melancarkan serangan setelah militan Islam pimpinan Hamas menyerang bagian selatannya pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 253 orang saat kembali ke Gaza, menurut penghitungan Israel.
Mediasi yang didukung Amerika Serikat oleh Qatar dan Mesir sejauh ini gagal mencapai gencatan senjata Hamas-Israel, pembebasan tahanan dan bantuan tanpa batas kepada warga sipil Gaza yang menghadapi kelaparan, dan masing-masing pihak tetap berpegang pada tuntutan inti.
Hamas ingin setiap perjanjian gencatan senjata mencakup komitmen Israel untuk mengakhiri perang dan menarik pasukan dari Gaza. Israel telah mengesampingkan hal ini, dan mengatakan bahwa mereka akan terus berperang sampai Hamas dilenyapkan sebagai kekuatan politik dan militer.(AFP/M-3)
Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps mengancam meluncurkan rudal ke Siprus di tengah eskalasi konflik Iran-AS-Israel. Jerman bersiap mengevakuasi warganya dari kawasan Timur Tengah.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Dari fajar berdarah di Teheran hingga hujan drone di Tel Aviv, inilah lini masa lengkap operasi militer paling berani abad ini.
Perang total yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran memasuki hari ketiga dengan dampak kemanusiaan dan ekonomi yang kian mengerikan.
AS instruksikan warga dan personel misi berlindung di Irak akibat ancaman milisi pro-Iran. Ketegangan meningkat di Libanon, Israel serang target Hizbullah di Beirut.
Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara AS Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bertujuan melindungi diri dan mitra regional, mencegah proyeksi kekuatan Iran.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved