Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden memuji teguran keras pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Schumer, yang berdarah Yahudi, menilai Netanyahu sangat tunduk terhadap ekstrimis yang mengharapkan pemilu segera di Israel.
Biden mengatakan Schumer telah memberi tahu stafnya sebelum menyampaikan pidatonya di Senat.
“Dia menyampaikan pidato yang bagus, dan saya pikir dia mengungkapkan keprihatinan serius yang dirasakan tidak hanya oleh dia, tetapi juga oleh banyak orang Amerika,” kata Biden saat menjamu pemimpin Irlandia Leo Varadkar.
Baca juga : Benjamin Netanyahu Menolak Kritik Joe Biden terhadap Kebijakan Perang Israel di Gaza
Schumer, pemimpin Yahudi pertama di Senat AS, mengatakan Netanyahu telah kehilangan arah. Dia mengatakan Netanyahu terlalu sering tunduk pada tuntutan para ekstremis.
AFP/Tom Brenner/Getty Images--Presiden AS Joe Biden
“Israel tidak bisa bertahan jika menjadi paria. Sebagai pendukung setia Israel, menjadi jelas bagi saya bahwa koalisi Netanyahu tidak lagi sesuai dengan kebutuhan Israel setelah 7 Oktober," tegasnya.
Baca juga : Biden Peringatkan Israel Bantuan Gaza Harga Mati
Dia mengacu pada serangan mendadak lintas batas yang dipimpin Hamas, yang menewaskan sekitar 1.200 orang. Israel menanggapi serangan itu dengan kampanye militer besar-besaran di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 31 ribu orang dan menyebabkan kehancuran dan pengungsian yang meluas di wilayah pesisir tersebut.
AFP/Anna Moneymaker/Getty Images--Pemimpin mayoritas Senat AS Chuck Schumer
Lima bulan setelah konflik terjadi, Schumer mengatakan jelas bahwa Israel perlu mempertimbangkan situasi dan mengubah arah kebijakan.
Dia menilai Israel membutuhkan sosok pemimpin baru melalui pemilu untuk menggantikan Netanyahu.
Tujuannya guna memungkinkan proses pengambilan keputusan yang sehat dan terbuka mengenai masa depan Israel. Banyak warga Israel yang kehilangan kepercayaan terhadap nasib dan arah pemilu Israel.
“Saya juga percaya mayoritas masyarakat Israel akan menyadari perlunya perubahan dan saya percaya bahwa mengadakan pemilu baru, setelah perang mulai mereda, akan memberikan kesempatan kepada Israel untuk mengekspresikan visi mereka untuk masa depan pascaperang,” pungkasnya. (Anadolu/Z-1)
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa ia diberi tahu bahwa pembunuhan para demonstran di Iran telah dihentikan.
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved