Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengatakan umat manusia harus melestarikan Bumi sebelum bermimpi untuk menjajah Mars, karena bahkan perang nuklir dan perubahan iklim yang tidak terkendali tidak dapat membuat planet merah itu lebih layak huni.
Berbicara pada konferensi energi terbarukan di ibu kota Prancis, Paris, Obama menyebut para taipan Lembah Silikon (Silicon Valley, tempat sejumlah perusahaan teknologi bermarkas) , banyak di antaranya sedang membangun pesawat luar angkasa yang dapat membawa manusia ke Mars.
Beberapa orang berbicara tentang rencana untuk menjajah Mars karena lingkungan Bumi mungkin sudah sangat terdegradasi sehingga tidak dapat ditinggali.
Baca juga : Unas Jadi Tuan Rumah Simposium Internasional Climate Change
“Saya pikir apa yang mereka bicarakan? Bahkan setelah perang nuklir, Bumi akan lebih layak huni dibandingkan Mars, bahkan jika kita tidak melakukan apa pun terhadap perubahan iklim, bumi masih memiliki oksigen – sejauh yang kami tahu, Mars tidak,” kata Obama.
“Saya lebih suka kita berinvestasi dalam menjaga planet ini di sini,” lanjutnya.
Kata Obama eksplorasi ruang angkasa seharusnya bertujuan untuk mengumpulkan pengetahuan dan penemuan daripada menciptakan ruang hidup baru bagi umat manusia. “Kita dirancang untuk tempat ini (Bumi) dan alangkah baiknya jika kita menjaganya sedemikian rupa sehingga layak untuk ditinggali,” tutupnya.
Baca juga : Antara Venesia dan Jakarta
Selama pembicaraan selama satu jam, Obama membahas kebijakan iklimnya saat di Gedung Putih antara tahun 2009 dan 2017.
Mengenai penerusnya dan calon presiden masa depan Donald Trump, seorang yang sejak lama skeptis terhadap perubahan iklim dan menarik Amerika Serikat dari Perjanjian Paris tahun 2015, Obama mengatakan fakta sudah membuktikannya.
Obama berbicara sebagai tamu istimewa pada pembukaan Powr Earth Summit, sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh dua pengusaha energi terbarukan dan dihadiri oleh para pelaku industri. (AFP/M-3)
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Studi cincin pohon pinus di Spanyol mengungkap anomali cuaca paling ekstrem sejak 1500-an. Ketidakstabilan curah hujan kini mencapai titik kritis.
Analisis mendalam Avatar: Fire and Ash sebagai metafora krisis iklim. Menghubungkan 'Bangsa Abu' dengan data kebakaran hutan global 2025-2026.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Sekitar 3 miliar tahun lalu, Mars diduga pernah memiliki samudra raksasa yang membentang di seluruh belahan utara planet tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved