Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengatakan umat manusia harus melestarikan Bumi sebelum bermimpi untuk menjajah Mars, karena bahkan perang nuklir dan perubahan iklim yang tidak terkendali tidak dapat membuat planet merah itu lebih layak huni.
Berbicara pada konferensi energi terbarukan di ibu kota Prancis, Paris, Obama menyebut para taipan Lembah Silikon (Silicon Valley, tempat sejumlah perusahaan teknologi bermarkas) , banyak di antaranya sedang membangun pesawat luar angkasa yang dapat membawa manusia ke Mars.
Beberapa orang berbicara tentang rencana untuk menjajah Mars karena lingkungan Bumi mungkin sudah sangat terdegradasi sehingga tidak dapat ditinggali.
Baca juga : Unas Jadi Tuan Rumah Simposium Internasional Climate Change
“Saya pikir apa yang mereka bicarakan? Bahkan setelah perang nuklir, Bumi akan lebih layak huni dibandingkan Mars, bahkan jika kita tidak melakukan apa pun terhadap perubahan iklim, bumi masih memiliki oksigen – sejauh yang kami tahu, Mars tidak,” kata Obama.
“Saya lebih suka kita berinvestasi dalam menjaga planet ini di sini,” lanjutnya.
Kata Obama eksplorasi ruang angkasa seharusnya bertujuan untuk mengumpulkan pengetahuan dan penemuan daripada menciptakan ruang hidup baru bagi umat manusia. “Kita dirancang untuk tempat ini (Bumi) dan alangkah baiknya jika kita menjaganya sedemikian rupa sehingga layak untuk ditinggali,” tutupnya.
Baca juga : Antara Venesia dan Jakarta
Selama pembicaraan selama satu jam, Obama membahas kebijakan iklimnya saat di Gedung Putih antara tahun 2009 dan 2017.
Mengenai penerusnya dan calon presiden masa depan Donald Trump, seorang yang sejak lama skeptis terhadap perubahan iklim dan menarik Amerika Serikat dari Perjanjian Paris tahun 2015, Obama mengatakan fakta sudah membuktikannya.
Obama berbicara sebagai tamu istimewa pada pembukaan Powr Earth Summit, sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh dua pengusaha energi terbarukan dan dihadiri oleh para pelaku industri. (AFP/M-3)
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Studi terbaru mengungkap bagaimana pemanasan global di zaman Paleogen mengubah pola hujan menjadi tidak menentu. Apakah ini gambaran masa depan Bumi?
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Panas ekstrem juga bisa merusak sistem aliran air di dalam pohon. Udara dapat masuk ke saluran air tanaman, sehingga aliran air terhambat.
Riset terbaru mengungkap ekspansi titik panas laut dalam memicu munculnya badai monster di atas Kategori 5. Ilmuwan usulkan klasifikasi baru "Kategori 6".
Para ilmuwan menilai tingkat kecerahan Bumi melalui pengukuran albedo, yakni kemampuan planet memantulkan sinar Matahari kembali ke luar angkasa.
Waktu di planet Mars berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan Bumi akibat perbedaan gravitasi dan lintasan orbit. Apa dampaknya bagi manusia, teknologi, dan misi antariksa?
Mars memiliki gravitasi yang jauh lebih lemah dibandingkan Bumi, sekitar lima kali lebih kecil. Selain itu, Mars juga berada lebih jauh dari Matahari
Eksplorasi Mars terancam kontaminasi mikroorganisme Bumi. Ilmuwan menemukan bakteri dan organisme tangguh yang mampu bertahan di luar angkasa.
Mars tidak hanya berbeda dengan Bumi dari segi warna dan jaraknya saja, tetapi juga dari cara waktunya berjalan
Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA baru saja mencatat tonggak sejarah dengan menangkap 100.000 foto permukaan Mars melalui kamera canggih HiRISE.
Ilmuwan berhasil memetakan sistem drainase kuno berskala benua di Mars untuk pertama kalinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved