Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyetujui resolusi yang lebih lunak yang menuntut semua pihak dalam konflik Israel-Hamas. Teks itu hanya mendorong pengiriman bantuan kemanusiaan dalam skala besar yang aman dan tanpa hambatan.
Setelah tertunda selama berhari-hari, resolusi tersebut juga menyerukan penciptaan kondisi untuk penghentian permusuhan yang berkelanjutan. Namun tidak menyerukan diakhirinya pertempuran dengan segera.
Rusia dan Amerika Serikat, yang keduanya bisa saja memveto rancangan undang-undang tersebut sebagai anggota tetap DK PBB, memilih abstain, yang berarti rancangan tersebut disahkan dengan 13 suara mendukung.
Baca juga: DK PBB Gagal Hentikan Genosida di Gaza
Meskipun demikian, Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield menyebut resolusi tersebut sebagai langkah maju yang kuat. “Dewan ini memberikan secercah harapan di tengah lautan penderitaan,” katanya.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan setelah pemungutan suara tersebut bahwa serangan Israel adalah masalah sebenarnya. Negara tersebut menciptakan hambatan besar terhadap distribusi bantuan kemanusiaan ketika ia mengulangi seruannya untuk segera melakukan gencatan senjata kemanusiaan.
Baca juga: Antonio Guterres Terus Suarakan Gencatan Senjata
Kelompok militan Palestina Hamas mengatakan resolusi tersebut tidak cukup dan tidak menanggapi situasi bencana yang diciptakan oleh mesin perang Zionis. Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan penggunaan bantuan kemanusiaan sebagai metode perang harus diakhiri sekarang.
“Anda harus menghentikan pembunuhnya untuk menyelamatkan pasien. Resolusi tersebut sebagai langkah ke arah yang benar," katanya.
Perselisihan diplomatik di markas besar PBB di Manhattan yang menyebabkan pemungutan suara ditunda beberapa kali minggu ini terjadi di tengah memburuknya kondisi di Gaza dan meningkatnya jumlah korban jiwa.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya mengecam Amerika Serikat karena menghalangi seruan yang sangat lemah untuk penghentian permusuhan. “Seandainya dokumen ini tidak didukung oleh sejumlah negara Arab, tentu saja kami akan memvetonya,” katanya.
Uni Emirat Arab (UEA) mensponsori resolusi tersebut, yang diubah di beberapa bidang utama untuk mencapai kompromi. Duta Besar UEA untuk PBB Lana Zaki Nusseibeh mengatakan mereka merespons dengan tindakan terhadap situasi kemanusiaan yang mengerikan.
“Kami tahu ini bukanlah teks yang sempurna. Kami tidak akan pernah bosan menyerukan gencatan senjata kemanusiaan,” katanya.
Resolusi tersebut menuntut semua rute menuju dan seluruh Jalur Gaza, termasuk penyeberangan perbatasan dibuka untuk bantuan kemanusiaan. Mereka juga meminta penunjukan koordinator kemanusiaan PBB untuk mengawasi dan memverifikasi bantuan negara ketiga ke Gaza.
Teks sebelumnya menyatakan mekanisme bantuan untuk mempercepat pengiriman bantuan akan secara eksklusif berada di bawah kendali PBB. Kini mereka menyatakan bantuan tersebut akan dikelola melalui konsultasi dengan semua pihak terkait yang berarti Israel akan tetap melakukan pengawasan operasional atas pengiriman bantuan.
Resolusi DK mengikat secara hukum, namun banyak yang diabaikan khususnya oleh Israel. Setelah pemungutan suara PBB, Israel mengatakan akan terus memeriksa semua bantuan Gaza untuk alasan keamanan dan duta besar Israel untuk PBB Gilad Erdan mengatakan PBB tidak dapat dipercaya untuk memantau bantuan yang masuk.
Erdan berterima kasih kepada Washington karena mempertahankan garis merah yang jelas. Anggota DK yang beranggotakan 15 orang bergulat selama berhari-hari untuk menemukan titik temu mengenai resolusi tersebut, seiring dengan meningkatnya kritik atas kurangnya tindakan yang diambil badan tersebut sejak dimulainya perang.
Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pekan ini tidak akan ada gencatan senjata di Gaza sampai Hamas dilenyapkan. Kelompok hak asasi manusia Amnesty menyebut resolusi tersebut sangat tidak memadai dalam menghadapi pembantaian yang sedang berlangsung dan kehancuran besar-besaran yang diakibatkan oleh serangan pemerintah Israel.
Perselisihan mengenai resolusi tersebut terjadi ketika sistem pemantauan kelaparan PBB memperingatkan setiap orang di Gaza yang dilanda perang diperkirakan akan menghadapi kerawanan pangan akut tingkat tinggi dalam enam minggu ke depan.
Hamas menyusup ke Israel pada 7 Oktober dan membunuh sekitar 1.140 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 250 orang, menurut penghitungan AFP berdasarkan data Israel.
Israel membabi-buta dengan kampanye udara dan darat tanpa henti. Kantor media pemerintah Hamas di Jalur Gaza mengatakan pada Jumat (22/12) bahwa 20.057 orang telah tewas, di antaranya 8.000 anak-anak dan 6.200 perempuan. (AFP/Z-3)
Swis resmi bekukan ekspor senjata baru ke AS demi jaga netralitas di tengah perang Iran. Bern juga tutup ruang udara bagi penerbangan militer Washington ke Timur Tengah.
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
K PBB cabut sanksi terhadap eks kelompok HTS. Langkah ini memperkuat legitimasi transisi politik Presiden Ahmed al-Sharaa pascajatuhnya rezim Assad di Suriah.
Menlu RI Sugiono di sidang DK PBB New York menegaskan komitmen solusi dua negara, soroti krisis kemanusiaan Gaza dan kebijakan Israel di Tepi Barat.
Indonesia memastikan akan terus mendukung hak bangsa Palestina untuk merdeka dan berdaulat.
Resolusi serukan pembentukan pemerintahan transisi dan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza.
Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi Amerika Serikat yang mendukung rencana perdamaian Gaza Donald Trump, mencakup pembentukan pasukan internasional dan jalur menuju negara Palestina.
PIDATO Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB pada 23 September 2025 membuka babak baru dalam sejarah diplomasi Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved