Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian pada Rabu (22/11) memperingatkan bahwa ancaman penyebaran perang di Jlalur Gaza, Palestina, akan meningkat kecuali gencatan senjata antara Israel dan Hamas bertahan. Ini disampaikannya dalam wawancara saat ia mengunjungi Beirut, ibu kota Libanon.
"Jika gencatan senjata ini dimulai besok, jika tidak dilanjutkan, kondisi di kawasan tidak akan sama seperti sebelum gencatan senjata dan cakupan perang akan meluas," kata Amir-Abdollahian kepada saluran televisi Al-Mayadeen yang berbasis di Beirut, menurut kantor berita Fars Iran.
"Kami tidak berupaya memperluas cakupan perang," tambahnya. "Jika intensitas perang meningkat, setiap kemungkinan akan memperluas cakupan perang."
Baca juga: Hizbullah: Putra Anggota Senior Parlemen Tewas akibat Serangan Israel
Israel dan Hamas pada Rabu mengatakan mereka menyetujui gencatan senjata selama empat hari dalam perang Gaza. Militan Palestina akan membebaskan sedikitnya 50 sandera yang disandera dalam serangan mematikan mereka pada 7 Oktober. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan sedikitnya 150 tahanan Palestina dan mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah pesisir setelah lebih dari enam minggu melakukan pengeboman.
Amir-Abdollahian mengatakan Iran melihat dua pilihan. "Pertama, gencatan senjata kemanusiaan yang berubah menjadi gencatan senjata permanen. Kedua, mengancam rakyat Palestina, rakyat Palestina akan memutuskan sendiri," katanya.
Baca juga: Anak-Anak Israel Nyanyikan Lagu Pemusnahan Semua Orang Gaza
Ia menambahkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin, "Netanyahu tidak dapat mewujudkan mimpinya untuk menghancurkan Hamas. Kami mendukung keputusan apa pun yang diambil Hamas," tambahnya dalam wawancara tersebut, menurut Fars.
Kejahatan yang disengaja
Dalam kunjungan keduanya ke Libanon sejak perang Israel-Hamas dimulai, diplomat tinggi Iran itu bertemu dengan pejabat senior Libanon dan Palestina. Di perbatasan antara Libanon dan Israel telah terjadi peningkatan baku tembak, terutama antara Israel dan gerakan Hizbullah yang didukung Iran, serta kelompok-kelompok Palestina, sehingga meningkatkan kekhawatiran terjadi konflik yang lebih luas.
Perdana Menteri Libanon Najib Mikati menekankan perlu gencatan senjata total dan, "Menghentikan agresi Israel di Gaza." Ini pernyataan dari kantornya setelah pertemuan dengan Amir-Abdollahian.
Mikati juga mendesak, "Negara-negara berpengaruh untuk menekan Israel agar menghentikan serangannya terhadap Libanon selatan dan menghentikan penargetan terhadap warga sipil dan jurnalis pada khususnya."
Diplomat Iran itu juga bertemu dengan ketua parlemen Libanon Nabih Berri, sekutu Hizbullah, membahas perang tersebut dan memperkuat stabilitas dan keamanan kawasan, kata kementerian luar negeri Iran.
Ia juga bertemu dengan sekretaris jenderal kelompok militan Palestina Jihad Islam Ziyad al-Nakhalah, dan pejabat senior Hamas Khalil al-Hayya. Mereka membahas proses gencatan senjata yang akan datang, menurut kementerian Iran.
Sebelumnya, pada Rabu, Hizbullah mengatakan pemimpinnya Hassan Nasrallah telah bertemu dengan Hayya dari Hamas dan Osama Hamdan, pejabat senior lain dari kelompok Palestina itu, untuk melakukan koordinasi.
Gerakan muslim syiah itu mengklaim serangkaian serangan lintas batas terhadap posisi Israel pada Rabu, ketika Kantor Berita Nasional resmi Libanon melaporkan pengeboman Israel di sepanjang perbatasan selatan. Serangan Israel di Libanon selatan pada Selasa menewaskan delapan orang, kata media resmi, termasuk dua jurnalis dari Al-Mayadeen.
Kementerian Luar Negeri Libanon mengatakan Beirut mengajukan pengaduan ke Dewan Keamanan PBB atas kematian para jurnalis tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan yang disengaja.
Sementara itu, sayap bersenjata Hamas mengatakan bahwa seorang pemimpin senior sayap militernya di Libanon, Khalil al-Kharraz, telah terbunuh di Libanon selatan pada Selasa. Dalam pernyataan terpisah, Hamas mengatakan dua warga Libanon dan dua warga negara Turki juga tewas pada Selasa di Libanon selatan. (Z-2)
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
Presiden Libanon Joseph Aoun menegaskan komitmen pemerintah untuk mengutamakan perdamaian sekaligus menata ulang keamanan domestik.
Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Libanon selatan kurang dari sehari setelah pembicaraan langsung pertama.
Pertemuan yang berlangsung di markas UNIFIL menjadi babak baru dari mekanisme pemantauan gencatan senjata setahun terakhir di tengah perang Israel-Hizbullah.
PAUS Leo XIV menyerukan diakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Libanon, kemarin.
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved