Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKSA Amerika Serikat (AS) mengajukan tuduhan terhadap dua warga Rusia dan seorang warga Rusia-Amerika terkait rencana yang diduga bertujuan menghindari kontrol ekspor demi mendukung upaya perang Moskow di Ukraina, hanya sehari setelah tiga orang lainnya dijatuhi tuduhan dalam skema serupa.
Nikolay Grigorev, Nikita Arkhipov, dan Artem Oloviannikov dituntut jaksa federal di Distrik Timur New York dengan empat tuduhan, termasuk konspirasi untuk mengekspor komponen elektronik untuk drone Rusia, seperti yang dijelaskan dalam siaran pers.
Grigorev, yang tinggal di Brooklyn, distrik terbesar di New York City, ditangkap, sedangkan dua terdakwa lainnya yang berada di Rusia masih dalam pengejaran, sesuai dengan pernyataan tersebut.
Baca juga: Penangkapan Tiga Warga Rusia di New York Terkait Pengiriman Komponen Senjata
Dalam dokumen pengadilan, disebutkan Grigorev adalah warga negara AS, tetapi masih memiliki paspor Rusia dan baru-baru ini melakukan perjalanan ke sana.
Seorang juru bicara Kantor Jaksa AS kemudian mengonfirmasi Grigorev telah dibebaskan dengan jaminan sebesar US$250.000 dan diberikan gelang GPS sebagai tindakan pengawasan. "Sebagaimana yang diduga, para terdakwa ini menjalankan skema yang canggih, melanggar sanksi Amerika dengan tujuan mendukung upaya perang Rusia," kata Jaksa AS Breon Peace.
Baca juga: FBI: Potensi Kekerasan Terhadap Kelompok Yahudi di AS Menguat ke Level Tertinggi
Berdasarkan dakwaan tersebut, Grigorev dan Oloviannikov telah mendirikan perusahaan di Brooklyn dengan nama "QLC," melalui mana sekitar US$270.000 ditransfer dari entitas Rusia yang kini berada di bawah sanksi.
Komunikasi antara kedua pria tersebut dan Arkhipov, yang menggunakan alamat email perusahaan QLC dari Rusia, secara eksplisit merujuk pada upaya menghindari sanksi AS, sesuai dengan pernyataan tersebut.
Selain itu, pernyataan tersebut juga menambahkan pada Juni, penyelidikan di tempat tinggal Grigorev di Brooklyn berhasil menggagalkan lebih dari 11.500 komponen elektronik yang telah dibeli dari perusahaan di Brooklyn dan sedang menunggu untuk diekspor secara ilegal ke Rusia.
Dalam kasus terpisah, kantor Jaksa AS Breon Peace menuntut tiga warga Rusia lainnya pada hari Selasa terkait pelanggaran sanksi AS dalam upaya mengekspor komponen elektronik ke Rusia, yang kemudian ditemukan digunakan di medan pertempuran Ukraina.
Nikolay Golstev, 37, bersama dengan istrinya, Kristina Puzyreva, 32, keduanya warga Rusia-Kanada, ditangkap bersama dengan mitra mereka, Salimdzhon Nariddinov, 52, yang memiliki kewarganegaraan Rusia-Tajik.
Asisten Jaksa Agung Matthew G. Olsen, Kepala Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman, menyampaikan dalam pernyataan bahwa kantornya "berkomitmen untuk mempertanggungjawabkan individu yang akan melanggar hukum AS demi mendukung agresi Rusia di Ukraina." (AFP/Z-3)
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Pengamat pendidikan Satria Dharma menilai penerima beasiswa LPDP yang tidak kembali ke Indonesia harus ditangani serius
Apa pula yang mesti dilakukan negara, dalam hal ini pengelola LPDP, agar hal itu tak terjadi, supaya penerima beasiswa betul-betul berkontribusi buat Tanah Airnya?
Korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 24 orang yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja.
Kantor Imigrasi Jakarta Selatan bersama Pomdam Jaya menangkap dua warga negara asing (WNA) yang diduga menyalahgunakan izin tinggal.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku siap untuk mengusut dugaan praktik suap atau gratifikasi terkait penanganan warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial TCL.
Dugaan pelanggaran keimigrasian yang melibatkan seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial TCL menjadi sorotan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved