Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu hasil nyata dari kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Israel dan sejumlah negara tetangganya beberapa hari terakhir adalah dikirimnya kapal angkatan laut Prancis ke Laut Mediterania timur.
Tonnerre adalah kapal rumah sakit. Peran utamanya di zona konflik adalah untuk kepentingan kemanusiaan, membantu memberikan bantuan medis kepada masyarakat Gaza.
Kapal yang mampu mengangkut helikopter amfibi Mistral itu adalah salah satu kapal terpenting di angkatan laut Prancis.
Baca juga : Prancis Kirim Kapal Angkatan Laut ke Gaza, Palestina
Untuk diketahui, Tonnerre mampu mendaratkan ratusan pasukan dengan tank dan kendaraan lapis baja di wilayah asing.
Selain kemampuan proyeksi kekuatannya, Tonnerre memiliki unit rumah sakit kecil, yang terdiri dari 69 tempat tidur dan dua ruang operasi - setara dengan rumah sakit di kota berpenduduk 25.000 orang di Prancis.
Kapal tersebut meninggalkan pelabuhan asalnya di Toulon pada hari Rabu, 25 Oktober 2023. Ini adalah kapal yang sama yang dikontrak Perancis untuk dipasok ke Rusia 10 tahun yang lalu, namun kemudian mengingkari perjanjian tersebut karena khawatir dengan kemampuan ofensifnya terhadap musuh seperti Ukraina.
Baca juga : Spanyol Dorong Uni Eropa Ciptakan Perdamaian di Gaza, Jangan Pakai Cara Militer
Sikap Presiden Prancis berubah. Dia yang sejak 7 Oktober 2023 intens mendukung penyerbuan Israel ke Palestina, terus menerus mendapat kecaman di dalam negaranya sendiri. Hal itu karena Macron dianggap terlalu condong pada kebijakan yang berpihak pada Israel, yang di sisi lain mencuatkan kekhawatiran negara-negara Arab.

Baca juga : Macron Kecam Rencana Israel Usir Warga Palestina ke Kongo
Kapal angkatan laut Prancis Tonnerre. (AFP/CHRISTOPHE SIMON)
Tonnerre dilengkapi dengan peralatan komunikasi canggih, yang dapat membantu Perancis menjadi sumber intelijennya sendiri dalam konflik tersebut. Ini menjadi dugaan lain alasan Macron mengirim kapal tersebut.
Baca juga : Macron Mulai Berani Kutuk Israel
Sebab jika situasi di Timur Tengah memburuk menjadi perang yang lebih luas, penting untuk memiliki kapal yang siap mengevakuasi warga negara Prancis, terutama di Libanon dimana terdapat banyak warga negara Prancis.
Tonnerre memiliki kekuatan bersenjata yang terbatas, sehingga di zona konflik memerlukan pengawalan.
Presiden Macron yang sedari awal mendukung penyerbuan dan blokade air, obat dan bahan bakar oleh Israel di Palestina, kini berubah lebih peduli setelah dia bertemu para pemimpin Uni Eropa pada Kamis (26/10). UE menuntut koridor dan jeda kemanusiaan, dan bukan gencatan senjata.
Macron menyebut blokade total, pemboman tanpa pandang bulu, dan serangan darat yang dilakukan Israel sangat berisiko bagi warga sipil. "Israel harus "menargetkan... teroris dengan lebih baik. Penting sekali untuk membedakan dengan jelas sejak awal mengenai populasi sipil,” katanya dikutip dari AFP.
Israel membombardir Jalur Gaza sejak Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober dan menewaskan sekitar 1.400 orang Israel. Selama 21 hari serangan Israel, Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan lebih dari 7.000 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka. (BBC/AFP/Z-4)
Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi menolak undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Apa alasan di baliknya?
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa AS di bawah Donald Trump semakin agresif, menjauh dari sekutu, dan melanggar tatanan internasional.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
PM Inggris Keir Starmer, Presiden Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz mengecam rencana AS mencaplok Greenland.
Pengadilan Paris menjatuhkan vonis terhadap 10 pelaku perundungan siber terhadap Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, terkait teori konspirasi gender dan hinaan usia.
RATUSAN jaket pelampung disediakan oleh Pelindo selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal itu untuk menjamin keselamatan penumpang kapal laut.
Dua aset itu diserahkan dengan status hibah barang milik negara. Penyerahan kapal laut ini juga dibantu oleh Kejaksaan Negeri Bitung.
Masyarakat Jabodetabek cenderung memilih transportasi umum saat mudik. Sementara masyarakat di luar Jabodetabek lebih memilih kendaraan pribadi.
Tercatat jumlah penumpang kapal melewati pelabuhan Trisakti Banjarmasin, selama arus mudik dan balik Lebaran 2025 periode 21 Maret-11 April sebanyak 26.717 orang.
Fenomena ini juga berdampak pada peningkatan penumpang kapal laut. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memprediksi lonjakan 15% dibanding tahun sebelumnya,
Data PELNI mencatat, pada periode H-15 hingga H-9 Lebaran 2024, jumlah penumpang mencapai 106.234 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved