Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MAYORITAS kapal besar di lepas pantai Timur AS melaju dengan lambat. Ini dirancang untuk melindungi paus sikat Atlantik Utara yang terancam punah dan kini hanya tersisa sekitar 340 ekor.
Hal itu berdasarkan analisis baru terhadap data pelacakan kapal yang diterbitkan pada Kamis (19/10) oleh organisasi nirlaba Oceana. Ia menyerukan perlindungan yang lebih kuat dan penegakan hukum yang lebih besar untuk menyelamatkan spesies ini dari kepunahan.
"Perahu melaju kencang dan paus sekarat, sesederhana itu," kata direktur kampanye Oceana, Gib Brogan. Tabrakan kapal ialah salah satu dari dua penyebab utama kematian spesies paus, selain terbelitnya tali pancing. Tabrakan membunuh mereka melalui trauma benda tumpul atau potongan baling-baling.
Baca juga: Ingin Menang Undian lewat Lempar Koin? Ini Rahasianya
Sejak 2008, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) memberlakukan batas wajib 10 knot untuk kapal berukuran 65 kaki (19,8 meter) atau lebih di zona yang diperkirakan terdapat paus. Badan itu juga menyarankan kecepatan yang sama untuk wilayah paus di zona mereka telah terlihat.
Namun data yang dikumpulkan dari transceiver kapal menemukan bahwa dari November 2020 hingga Juli 2022, 84% melaju sesuai batas wajib dan 82% menjalani batas sukarela. "Yang kami dapatkan dari orang-orang di industri maritim ialah pentingnya menyeimbangkan risiko denda minimal dari pemerintah versus kenyataan denda karena terlambatnya pengiriman kargo ke pelabuhan dari jadwal," kata Brogan kepada AFP.
Baca juga: Panas Ekstrem Dua Tahun Cairkan 10% Volume Gletser Swiss
Khususnya, untuk 9.358 perjalanan kapal melebihi batas kecepatan yang dilakukan dari November 2021 hingga Juli 2022, NOAA hanya mengeluarkan denda dalam 46 kasus. Denda rata-rata sekitar US$15.600.
Paus sikat, yang dapat tumbuh hingga panjang 60 kaki (18 meter) dan memiliki rentang hidup seperti manusia, diperkirakan pernah berjumlah hingga 20.000 ekor sebelum perburuan paus komersial memusnahkan populasi mereka. Mereka dianggap sebagai paus yang tepat untuk diburu oleh para pemburu paus yang mencari lemak ikan paus dan balinnya, yang digunakan paus untuk menyaring makanannya, sebagai bahan yang kuat dan fleksibel yang digunakan pada era praplastik.
Baca juga: Pembuat Ban Raih Penghargaan karena Menekan Polusi Mobil Listrik
Perburuan komersial paus sikat Atlantik Utara dilarang pada pertengahan abad ke-20. Akibatnya, terjadi pemulihan dengan puncaknya mencapai 483 individu pada 2010.
Namun sejak 2017, mereka mengalami peristiwa kematian yang tidak biasa. Pembunuhan terbaru yang didokumentasikan akibat serangan kapal terjadi pada Februari, ketika seorang pria berusia 20 tahun terdampar di pantai dengan patah tulang belakang di Pantai Virginia Atlantik tengah.
Baca juga: Kanker Melonjak pada Kalangan Usia di Bawah 50 Tahun
Karena populasinya sudah sangat rendah, jumlah kematian yang sedikit pun dapat mendorong penurunan angka tersebut. Tingkat kelahiran anak paus juga menurun akibat stres kronis pada induknya dan tempat mencari makan tradisional mereka berubah akibat perubahan iklim.
Laporan Oceana menyerukan pembaruan zona lambat untuk mencerminkan distribusi paus saat ini, diakhirinya batas kecepatan sukarela, dan memperluas peraturan untuk kapal sepanjang 35 kaki. "Kami tahu yang perlu kami lakukan untuk menyelamatkan spesies ini. Jadi yang kami lakukan hanyalah melakukannya dan membiarkan paus kembali," kata Brogan. (Z-2)
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Temuan ini mengindikasikan bahwa varian gen tertentu yang cukup umum di masyarakat dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang ME/CFS.
Sebuah studi menemukan pasangan suami istri bisa berbagai diagnosis gangguan mental yang sama.
Dari hasil studi terungkap sebanyak 93% responden memilih keamanan dan stabilitas keuangan sebagai prioritas hidup.
Sebuah studi di Inggris mengungkapkan konsumsi makanan rumahan membuat turun berat badan dua kali lebih banyak.
Sebuah penelitian dari Institut Max Planck untuk Pembangunan Manusia di Berlin, Jerman, menyebut ChatGPT telah secara signifikan memengaruhi cara manusia berbicara.
Dialog antaragama merupakan sarana yang sangat penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan daya kritis, membangun hubungan antaragama yang baik dan bermakna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved