Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONVOI bantuan kemanusiaan yang diperkirakan memasuki Jalur Gaza, Palestina, melalui pos perbatasan Rafah di Mesir pada hari ini, Jumat (20/10), tidak terealisasi. Tertunda setidaknya satu hari.
Dikutip dari VOA, para pejabat Amerika Serikat menyebut perbaikan jalan sebagai salah satu alasan penundaan konvoi yang sangat diperlukan itu.
Bantuan itu membawa pasokan medis penting, bahan makanan, air dan kebutuhan lainnya ke Gaza, yang telah mengalami pengeboman selama hampir dua pekan oleh pasukan Israel yang menanggapi serangan mendadak dari militan Hamas pada 7 Oktober lalu.
Baca juga : Korban Tewas di Gaza Tembus Angka 4.137 Orang
Pengeboman Israel di Gaza secara membabi buta telah menyebabkan lebih dari 4.000 orang tewas, dan ratusan ribu warga lainnya kehilangan tempat tinggal. Apalagi, Israel telah memutus suplai air, listrik dan internet.
Presiden AS Joe Biden memang membantu tercapainya kesepakatan antara Israel dan Mesir untuk mengizinkan sejumlah bantuan memasuki Gaza dalam kunjungannya ke Israel pekan ini. Namun tidak ada yang bisa memastikan apakah hal itu akan terealisasi segera.
Baca juga : Indonesia Perjuangkan Perluasan Akses Kemanusiaan di Gaza
Padahal, kata Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), ribuan ton bantuan “hidup dan mati” untuk Gaza harus segera disalurkan, untuk meringankan situasi yang lebih dahsyat setelah pemboman Israel yang tak henti-hentinya.
PBB menyebut, sekitar 175 truk berisi obat-obatan penting, makanan, dan air membentang di seberang perbatasan Rafah dengan Mesir, satu-satunya pintu perbatasan yang tidak dikendalikan oleh Israel.
"Truk-truk ini bukan sekadar truk, mereka adalah penyelamat, mereka adalah pembeda antara hidup dan mati bagi banyak orang di Gaza," tegas Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Jumat (20/10).
Israel telah bersumpah untuk menghancurkan Hamas setelah kelompok militan Islam tersebut melancarkan serangan mendadak dari Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober, menewaskan sedikitnya 1.400 orang.
Orang-orang bersenjata Hamas juga menculik sekitar 200 sandera termasuk orang asing dari sekitar dua lusin negara mulai dari Paraguay hingga Tanzania. "Mayoritas masih hidup," kata tentara Israel.
Dalam pembelaannya, Israel telah meratakan seluruh blok kota di Gaza sebagai persiapan untuk invasi darat yang mereka katakan akan segera dilakukan, meski harus mengorbankan banyak nyawa warga sipil tak berdosa.
Pasalnya, Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan 4.137 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, tewas dalam serangan gencar tersebut.
"Jet-jet Israel menyerang lebih dari 100 sasaran Hamas di Gaza semalam," kata soerang tentara.
Dengan merangkul tentara garis depan dan mengenakan pelindung tubuh, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak mereka untuk "berjuang seperti singa" dan "menang dengan kekuatan penuh".
Dengan tangan terkepal dan suara meninggi, Netanyahu mengatakan kepada pasukan yang bersorak: "Kami akan memberikan pukulan keras kepada musuh-musuh kami untuk mencapai kemenangan," katanya.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan kepada puluhan ribu personel yang mempersiapkan invasi darat bahwa perintah akan segera diberikan. Ancaman invasi darat sudah dikoar-koarkan Israel sejak pekan lalu.
Direktur kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Michael Ryan, mengatakan kesepakatan 20 truk yang diusung Joe Biden pada tahap awal dianggap minim, sebab yang dibutuhkan mencapai 2.000 truk. "20 truk seperti setetes air di lautan," katanya.
PBB mengatakan lebih dari satu juta dari 2,4 juta penduduk Gaza menjadi pengungsi, dan situasi kemanusiaan “sangat buruk” dan memburuk setiap harinya. (AFP/Z-4)
Secara khusus menyapa pemudik yang kembali ke tanah kelahiran dan atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat datang kembali.
Mahmoud Abbas membawa harapan besar agar momentum hari kemenangan ini menjadi titik balik bagi kemerdekaan bangsa Palestina.
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Israel dinilai melanggar Pasal 13 terkait perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasis dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC).
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Ia memperingatkan ambisi Israel menggulingkan pemerintahan Iran akan memerlukan kampanye darat berkepanjangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved