Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
INDIA mencatat curah hujan monsun paling rendah sejak 2018 akibat El Nino. Dampak lain menjadikan Agustus puncak kekeringan dalam lebih dari satu abad terakhir. ,
Monsun, musim yang penting bagi perekonomian India yang bernilai US$ 3 triliun mencurahkan 70% hujan tahunan. Itu diperlukan untuk mengairi tanaman pertanian dan mengisi waduk-waduk serta air tanah.
Hampir setengah dari total lahan pertanian di negara dengan penduduk terbanyak di dunia itu tidak mempunyai irigasi. Akibatnya, hujan monsun menjadi penting bagi produksi pertanian.
Baca juga: Mohamed Muizzu Raih Kemenangan di Pemilihan Presiden Maladewa
Kekurangan curah hujan pada musim panas bisa mengakibatkan harga bahan pangan pokok, seperti gula tebu, kacang-kacangan, beras, dan sayur lebih mahal. Kondisi itu menaikkan inflasi pangan secara keseluruhan.
India adalah produsen beras, gandum, dan gula tebu terbesar kedua di dunia. Produksi yang lebih rendah juga bisa mendorong India untuk menerapkan lebih banyak pembatasan ekspor terhadap komoditas pangan tersebut.
Baca juga: Diplomat India Dihadang di Kuil Sikh Glasgow: Reaksi Kementerian Luar Negeri Britania Raya
Departemen Meteorologi India (India Meteorological Department/IMD) mengatakan dalam pernyataannya bahwa curah hujan di seluruh negara itu pada Juni hingga September tercatat 94% dari rata-rata jangka panjangnya. Angka itu terendah sejak 2018.
IMD memperkirakan defisit curah hujan sebesar 4% untuk musim kali ini, dengan asumsi dampak El Nino terbatas. El Nino adalah fenomena menghangatnya suhu perairan Pasifik yang biasanya disertai dengan cuaca yang lebih kering di anak benua India.
Curah hujan pada Juni tercatat 9% di bawah rata-rata karena hujan mulai lebih lambat. Namun curah hujan pada Juli pulih menjadi 13% di atas rata-rata.
Agustus mencetak rekor bulan paling kering dengan defisit curah hujat sebesar 36%, kata IMD. Namun, curah hujan pulih pada September yang tercatat 13% di atas normal.
Curah hujan di India diperkirakan akan normal kembali pada Oktober hingga Desember, kata dinas cuaca. Sedangkan untuk suhu udara diperkirakan akan tetap di atas normal di sebagian besar negara itu selama Oktober. (VoA/Z-3)
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Pengelola Jakarta Garden City (JGC) mengebut pembenahan infrastruktur dan jalan di tengah kemacetan, cuaca ekstrem, serta sorotan isu lingkungan RDF Rorotan.
Pramono mengingatkan agar permasalahan tata ruang itu tidak diperparah dengan kebiasaan warta membuang sampah sembarangan.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved