Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1) pagi menyebabkan meluasnya genangan di sejumlah kawasan. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa hingga pukul 18.00 WIB, tercatat 80 RT dan 23 ruas jalan masih tergenang di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
"Di Jakarta Barat, genangan terjadi di 22 RT yang tersebar di Kelurahan Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Utara, Sukabumi Selatan, dan Sukabumi Utara," beber Isnawa melalui keterangannya.
"Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga 110 sentimeter, dengan penyebab utama curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di wilayah tersebut," sambung Isnawa.
Sementara itu, di Jakarta Selatan, BPBD mencatat 42 RT terdampak. Genangan terjadi di Kelurahan Pondok Labu, Cipete Utara, Petogogan, Cipulir, Pela Mampang, dan Cilandak Timur. Selain hujan dengan intensitas tinggi, genangan di wilayah ini juga dipicu luapan Kali Krukut dan Kali Mampang, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 90 sentimeter.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Ketinggian genangan berkisar 30 hingga 90 sentimeter, sebagian disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung yang bersamaan dengan curah hujan tinggi.
BPBD DKI Jakarta juga mencatat dampak genangan terhadap mobilitas warga. Hingga sore hari, terdapat 23 ruas jalan yang masih tergenang dengan ketinggian air antara 10 hingga 60 sentimeter, tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Selain itu, BPBD melaporkan adanya warga yang mengungsi akibat genangan. Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, sebanyak 11 kepala keluarga atau 28 jiwa mengungsi sementara di Masjid Jami Al Khaeer karena genangan belum surut di lingkungan tempat tinggal mereka.
"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di seluruh wilayah terdampak serta mengoordinasikan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan," jelasnya.
Langkah yang dilakukan meliputi penyedotan genangan, pengecekan fungsi saluran air dan pompa, serta pendampingan lurah dan camat dalam penanganan di tingkat wilayah, termasuk penyiapan kebutuhan dasar bagi penyintas. "Kami menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat, seiring dengan optimalisasi sistem drainase dan pompa pengendali banjir," ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan dan segera memanfaatkan layanan darurat 112 yang beroperasi 24 jam apabila membutuhkan bantuan. (Far/P-3)
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
Berbagai pengalaman menghadapi bencana alam yang telah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi kita agar mampu memitigasi sejumlah potensi bencana di tanah air.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan.
OMC menjadi salah satu langkah mitigasi nonstruktural Pemprov DKI untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat memicu banjir dan genangan, terutama di wilayah padat dan rawan.
Seluruh titik genangan di wilayah permukiman saat ini terkonsentrasi di wilayah Jakarta Barat.
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan OMC menjadi bagian penting dalam rangkaian mitigasi bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved