Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir akibat hujan deras pada Kamis (22/1) masih melanda 9 RT di wilayah Jakarta pada Minggu (25/11).
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Minggu, merinci ke-9 RT ini berada di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Di Jakarta Timur terdapat 8 RT, yang terdiri dari empat RT di Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian air 30-40 cm, serta empat RT di Kelurahan Kampung Melayu dengan ketinggian air 65 cm. Sementara di Jakarta Utara terdapat 1 RT yang masih tergenang yakni Kelurahan Kapuk Muara (20 cm).
Sementara itu, terkait pengungsi saat ini tercatat sebanyak enam kepala keluarga (KK) atau 16 jiwa di Kelurahan Bidara Cina, 13 KK atau 65 Jiwa di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Lalu, di Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat sebanyak 15 KK atau 58 Jiwa dan 15 KK atau 40 jiwa di Kelurahan Kembangan Utara. Serta, di Jakarta Utara sebanyak 42 KK atau 97 jiwa di Kelurahan Kapuk Muara.
Yohan menyampaikan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Upaya ini dilakukan bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat. (Ant/P-3)
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
Berdasarkan laporan move departure BPBD DKI, sorti pertama OMC menggunakan pesawat CASSA 212 A-2105 yang lepas landas dari helipad pada pukul 09.17 WIB.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
OMC menjadi salah satu langkah mitigasi nonstruktural Pemprov DKI untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat memicu banjir dan genangan, terutama di wilayah padat dan rawan.
Seluruh titik genangan di wilayah permukiman saat ini terkonsentrasi di wilayah Jakarta Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved