Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH pesawat nirawak Suriah yang membawa sabu-sabu ditembah jatuh oleh militer Yordania ketika terbang ke wilayah Yordania.
Kantor berita negara Petra melaporkan pada Minggu (14/8) mengutip sebuah sumber dari angkatan bersenjata Yordania. Mereka mengatakan bahwa pesawat nirrawak tersebut berhasil dikuasai dan dijatuhkan, dan sabu-sabu tersebut telah diserahkan kepada pihak yang berwenang.
Militer Yordania sebelumnya juga telah menjatuhkan pesawat nirawak dari Suriah yang membawa narkotika atau senjata. Namun jarang sekali mengidentifikasi narkoba yang disita sebagai sabu-sabu.
Baca juga : Iran Gantung 11 Orang Kaum Baluch atas Tuduhan Narkoba
Suriah menjadi pusat perdagangan narkoba senilai miliaran dolar. Oleh karenanya, Yordania sebagai rute transit utama ke negara-negara Teluk untuk pengiriman amfetamin buatan Suriah yang dikenal dengan nama Captagon.
Para pejabat militer dan keamanan dari Yordania dan Suriah telah bertemu untuk mendiskusikan cara-cara untuk mengekang masalah penyelundupan yang terus meningkat.
Baca juga : Indonesia Waspada Narkoba Jenis NPS yang 50 Kali Lebih Kuat dari Heroin
Meskipun ada janji dari Damaskus, Yordania mengatakan bahwa mereka belum melihat adanya upaya nyata untuk menekan perdagangan gelap tersebut.
Sejauh ini, tidak ada komentar langsung dari pihak berwenang Suriah. Dalam sebuah wawancara minggu lalu, Presiden Suriah Bashar al-Assad menyangkal peran Suriah dalam perdagangan narkoba. Menurutnya, mengakhiri penyelundupan narkotika merupakan kepentingan bersama yang dimiliki oleh Suriah dengan negara-negara Arab.
Janji Al-Assad untuk menindak tegas perdagangan narkoba telah membuka jalan bagi Suriah untuk masuk kembali ke dalam Liga Arab pada bulan Mei lalu setelah pengucilan selama 12 tahun.
Tentara Yordania mengumumkan pada Juni lalu bahwa mereka telah menembak jatuh tiga pesawat nirawak yang mencoba menyeberang dari Suriah ke Yordania, termasuk satu pesawat yang sarat dengan senjata. (Aljazeera/Z-4)
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Kasus ini bermula dari penangkapan FG pada 26 November 2025. Dari dompetnya, polisi menemukan sabu seberat 0,43 gram yang tersimpan dalam kertas aluminium foil dan plastik klip.
Proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh.
POLRES Asahan menangkap dua pelaku yang terlibat jaringan sabu ke Palembang di Dusun II, Desa Bangun Sari, Kecamatan Silo Laut, Minggu (9/11).
Alat pelacak, yang dipasang otoritas narkotika Thailand, menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bergerak ke utara menuju perbatasan Myanmar.
BNN RI membongkar rumah produksi sabu di Cisauk, Tangerang. Pelaku IM dan DF meraup keuntungan Rp1 miliar dengan modus mengekstrak obat asma menjadi bahan narkoba sabu
Kedua pelaku mengaku telah memperoleh keuntungan sekitar Rp1 miliar selama sekitar enam bulan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved