Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
UTUSAN Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield mengajukan permohonan langsung kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Mereka mendesaknya membebaskan dua warga negara AS yang saat ini ditahan di Rusia. Kedua orang itu mantan anggota marinir AS Paul Whelan dan wartawan Wall Street Journal Evan Gershkovich.
"Saya menyerukan kepada Anda, sekarang juga, untuk segera membebaskan Paul Whelan dan Evan Gershkovich, membiarkan Paul dan Evan pulang. Menghentikan praktik biadab ini untuk selamanya," kata duta besar tersebut di markas besar PBB di New York City, Senin (24/4).
Ia menambahkan kedua pria itu digunakan sebagai alat tawar-menawar politik dan pion-pion manusia.
Baca juga: Mantan Sekjen PBB Ban Ki Moon Bertemu Pimpinan Junta Myanmar
"Menggunakan orang sebagai pion adalah strategi yang lemah. Ini bukanlah tindakan negara yang bertanggung jawab. Dan ketika Rusia memainkan permainan politik, orang-orang yang sebenarnya menderita," sebut Thomas-Greenfield.
Awal bulan ini, pemerintahan Presiden AS Joe Biden secara resmi menetapkan Gershkovich sebagai orang yang ditahan secara tidak sah. Rusia menangkapnya pada akhir Maret atas tuduhan spionase.
Baca juga: Amerika Serikat Ungkap Kedua Pihak Bertikai di Sudan Setujui Gencatan Senjata
Wall Street Journal dan kelompok-kelompok kebebasan pers telah menepis tuduhan tersebut sebagai tuduhan yang tidak berdasar. Washington telah berulang kali meminta Moskow untuk membebaskan wartawan tersebut.
Sementara itu, Whelan dijatuhi hukuman 16 tahun penjara pada 2020 atas tuduhan spionase yang dibantah AS. Saudara perempuan Whelan, Elizabeth, berada di ruang Dewan Keamanan PBB dan Thomas-Greenfield mendesak Lavrov untuk menatap matanya dan melihat penderitaannya.
"Saya ingin Anda melihat bagaimana rasanya merindukan saudara Anda selama empat tahun. Mengetahui dia dikurung, di sebuah koloni penjara Rusia, hanya karena Anda ingin memanfaatkannya untuk kepentingan Anda sendiri," jelas utusan AS itu.
Di kemudian hari, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan meluangkan waktu sejenak untuk mengakui dan mengangkat pernyataan Elizabeth Whelan pada konferensi pers di Gedung Putih.
"Dia adalah suara yang luar biasa bagi kita semua yang marah dengan praktik penahanan yang salah," kata Sullivan.
Dia juga mengkritik Rusia karena telah menolak upaya untuk membawa Whelan kembali ke AS.
"Kami akan terus bekerja sampai kami membawa pulang Paul. Kami akan terus bekerja sampai kami membawa pulang Evan dan semua orang Amerika di seluruh dunia yang ditahan atau disandera secara tidak sah,” ujar Sullivan. (Aljazeera/Z-3)
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa IAEA telah menerima informasi tentang insiden tersebut dari Iran dan Rusia.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved