Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Menteri Luar Negeri Rusia Didesak Bebaskan Dua Tahanan Amerika Serikat

Ferdian Ananda Majni
25/4/2023 07:40
Menteri Luar Negeri Rusia Didesak Bebaskan Dua Tahanan Amerika Serikat
Menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrow (kiri) bertemu dengan sekjan PBB di New York City, Senin (24/4).(AFP)

UTUSAN Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield mengajukan permohonan langsung kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Mereka mendesaknya membebaskan dua warga negara AS yang saat ini ditahan di Rusia. Kedua orang itu mantan anggota marinir AS Paul Whelan dan wartawan Wall Street Journal Evan Gershkovich.

"Saya menyerukan kepada Anda, sekarang juga, untuk segera membebaskan Paul Whelan dan Evan Gershkovich, membiarkan Paul dan Evan pulang. Menghentikan praktik biadab ini untuk selamanya," kata duta besar tersebut di markas besar PBB di New York City, Senin (24/4).

Ia menambahkan kedua pria itu digunakan sebagai alat tawar-menawar politik dan pion-pion manusia.

Baca juga: Mantan Sekjen PBB Ban Ki Moon Bertemu Pimpinan Junta Myanmar

"Menggunakan orang sebagai pion adalah strategi yang lemah. Ini bukanlah tindakan negara yang bertanggung jawab. Dan ketika Rusia memainkan permainan politik, orang-orang yang sebenarnya menderita," sebut Thomas-Greenfield.

Awal bulan ini, pemerintahan Presiden AS Joe Biden secara resmi menetapkan Gershkovich sebagai orang yang ditahan secara tidak sah. Rusia menangkapnya pada akhir Maret atas tuduhan spionase.

Baca juga: Amerika Serikat Ungkap Kedua Pihak Bertikai di Sudan Setujui Gencatan Senjata

Wall Street Journal dan kelompok-kelompok kebebasan pers telah menepis tuduhan tersebut sebagai tuduhan yang tidak berdasar. Washington telah berulang kali meminta Moskow untuk membebaskan wartawan tersebut.

Sementara itu, Whelan dijatuhi hukuman 16 tahun penjara pada 2020 atas tuduhan spionase yang dibantah AS. Saudara perempuan Whelan, Elizabeth, berada di ruang Dewan Keamanan PBB dan Thomas-Greenfield mendesak Lavrov untuk menatap matanya dan melihat penderitaannya.

"Saya ingin Anda melihat bagaimana rasanya merindukan saudara Anda selama empat tahun. Mengetahui dia dikurung, di sebuah koloni penjara Rusia, hanya karena Anda ingin memanfaatkannya untuk kepentingan Anda sendiri," jelas utusan AS itu.

Di kemudian hari, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan meluangkan waktu sejenak untuk mengakui dan mengangkat pernyataan Elizabeth Whelan pada konferensi pers di Gedung Putih.

"Dia adalah suara yang luar biasa bagi kita semua yang marah dengan praktik penahanan yang salah," kata Sullivan.

Dia juga mengkritik Rusia karena telah menolak upaya untuk membawa Whelan kembali ke AS.

"Kami akan terus bekerja sampai kami membawa pulang Paul. Kami akan terus bekerja sampai kami membawa pulang Evan dan semua orang Amerika di seluruh dunia yang ditahan atau disandera secara tidak sah,” ujar Sullivan. (Aljazeera/Z-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya