Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Hissein Brahim Taha mengecam aksi kejahatan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur yang gencar dilakukan pada saat Ramadan. Ia mengatakan tindakan tersebut memicu ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan.
"Al Quds (Yerusalem) adalah bagian utuh dari wilayah kependudukan Palestina," ujar Taha saat menyampaikan pidato dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif OKI, yang membahas eskalasi Israel di wilayah kependudukan Palestina, Sabtu (8/2).
Ketegangan di kawasan meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah pasukan Israel menyerang kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur. Mereka juga secara paksa mengusir para jemaah dari masjid selama dua malam berturut-turut.
Baca juga: Iran Serukan Pertemuan Darurat OKI Bahas Palestina
Serangan Israel di masjid memicu tembakan roket balasan dari Jalur Gaza dan Lebanon yang diyakini dilakukan Hamas. Israel lantas membalas tindakan tersebut dengan serangan udara.
Taha mengatakan Israel bertanggung jawab penuh atas dampak dari kejahatan dan pelanggaran berbahaya yang mampu memicu ketidakstabilan dan ketidakamanan di kawasan.
Baca juga: Indonesia Kecam Penyerangan Israel di Masjid Al-Aqsa, Langgar Nilai-Nilai Kebebasan Beragama
Ia juga menekankan bahwa semua keputusan dan kebijakan Israel yang ditujukan untuk mengubah posisi geografis, demografis kota, dan merusak status sejarah serta status hukum situs-situs suci tidak memiliki efek hukum.
“Itu semua batal demi hukum di bawah hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan,” tegas Taha.
Masyarakat Palestina menuduh Israel secara sistematis sedang berupaya untuk menjadikan Yerusalem Timur, tempat Masjid Al Aqsa berada, sebagai milik kaum Yahudi dan melenyapkan identitas Arab dan Islam.
Bagi Muslim, Al Aqsa merupakan salah satu situs tersuci di dunia. Sedangkan, orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai Bukit Bait Suci (Temple Mount), situs tersuci dalam Yudaisme. (Ant/Z-11)
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Pasukan Indonesia akan dikerahkan ke Jalur Gaza mulai April 2026 sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional. Simak detail penempatannya di sini.
Wamenlu Arab Saudi Waleed Elkhereiji dalam pertemuan OKI di Jeddah tegaskan dukungan Solusi Dua Negara dan apresiasi peran AS untuk perdamaian Palestina.
Dubes Rusia Sergei Tolchenov hormati keputusan Presiden Prabowo gabung Board of Peace (BoP) Gaza, namun ungkap alasan Rusia tak ikut serta. Cek faktanya.
Serangan brutal pemukim ilegal Israel di desa Susya, Hebron, hanguskan rumah dan kendaraan warga Palestina di tengah bulan Ramadan. Simak kronologinya.
Menlu RI Sugiono tegaskan kesiapan Indonesia pimpin Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dan kirim 8.000 prajurit TNI untuk perdamaian Palestina.
Israel meningkatkan intensitas serangan udara ke wilayah Libanon pada Jumat waktu setempat, termasuk rangkaian serangan besar di distrik Baalbek.
Tiga personel pasukan perdamaian PBB terluka setelah markas mereka di Libanon selatan dihantam serangan yang diduga dilancarkan Israel.
Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan serangan Israel di negara itu sejak Senin telah menewaskan total 217 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil.
Jika dipadukan dengan serangan terhadap bangunan tempat tinggal, Israel menambah kesengsaraan dan penderitaan pada penduduk sipil yang sudah lelah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menuduh AS dan Israel melakukan serangan yang menargetkan sebuah sekolah dasar di Lapangan Niloufar, Teheran.
Rakyat Libanon dapat mengandalkan dukungan penuh dan bantuan kemanusiaan kami untuk ribuan pengungsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved