Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa Vladimir Putin jelas telah melakukan kejahatan perang di Ukraina dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap presiden Rusia tersebut.
Meskipun AS, seperti halnya Rusia bukan merupakan pihak dalam pengadilan internasional tersebut, Biden mengatakan bahwa ICC telah membuat kasus yang kuat terhadap Putin. "Dia jelas-jelas melakukan kejahatan perang," kata Biden kepada para wartawan.
"Saya pikir itu dibenarkan," katanya, mengacu pada surat perintah penangkapan. "Itu juga tidak diakui secara internasional oleh kami. Tapi saya pikir itu membuat poin yang sangat kuat," tambahnya.
Baca juga : Diburu karena Kejahatan Perang, Ini Isi Surat Perintah Penangkapan Putin
ICC sebelumnya pada hari Jumat (17/3), menyerukan penangkapan Putin karena dicurigai terlibat dalam deportasi yang melanggar hukum dan pemindahan anak-anak dari daerah pendudukan Ukraina ke Rusia setelah invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022.
Pengadilan juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Maria Lvova-Belova, komisioner hak-hak anak Rusia atas tuduhan yang sama.
Surat perintah ICC sekarang mewajibkan 123 negara anggota pengadilan untuk menangkap Putin dan memindahkannya ke Den Haag untuk diadili jika ia menginjakkan kaki di wilayah mereka.
Baca juga : Presiden Putin Diburu ICC karena Kejahatan Perang, Apa Kata Rusia?
Kremlin mengatakan bahwa dakwaan pengadilan terhadap Putin sangat keterlaluan dan tidak ada artinya sehubungan dengan yurisdiksi di Rusia.
Sebuah laporan yang didukung oleh para peneliti Universitas Yale bulan lalu menemukan bahwa Rusia telah menahan setidaknya 6.000 anak-anak Ukraina di setidaknya 43 kamp dan fasilitas lainnya sebagai bagian dari jaringan sistematis berskala besar.
Baca juga : Mahkamah Internasional ICC Perintahkan Penangkapan Putin atas Kejahatan Perang
Pemerintah Ukraina baru-baru ini mengatakan bahwa lebih dari 14.700 anak telah dideportasi ke Rusia, dengan lebih dari 1.000 di antaranya berasal dari kota pelabuhan Mariupol, yang dikepung selama berminggu-minggu dan hampir hancur.
Amerika Serikat secara terpisah melalui juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan melalui email, telah menyimpulkan bahwa pasukan Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina dan mendukung pertanggungjawaban bagi para pelaku kejahatan perang.
"Tidak ada keraguan bahwa Rusia melakukan kejahatan perang dan kekejaman (di) Ukraina, dan kami telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," tambah juru bicara tersebut.
Baca juga : Putin Tiba di Kyrgyzstan, Perjalanan Pertama Sejak Diburu ICC
Presiden ICC Piotr Hofmanski mengatakan dalam sebuah pernyataan video bahwa meskipun para hakim pengadilan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan, akan tergantung pada komunitas internasional untuk menegakkannya. Pengadilan tidak memiliki pasukan polisi sendiri untuk melakukannya.
ICC dapat menjatuhkan hukuman maksimum penjara seumur hidup jika dibenarkan oleh beratnya kejahatan yang dilakukan, menurut perjanjian pendiriannya, Statuta Roma. Hal ini menjadikan ICC sebagai pengadilan permanen sebagai upaya terakhir untuk mengadili para pemimpin politik dan pelaku utama kekejaman terburuk di dunia - kejahatan perang, genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. (Aljazeera/Z-4)
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin akhirnya memecah keheningan terkait eskalasi ketegangan yang menyelimuti kawasan Timur Tengah.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menyampaikan pesan kepada Iran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu waktu setempat merilis sebuah video yang memperlihatkan puing drone di wilayah barat laut Rusia.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved