Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan urgensi kebutuhan dana sebesar US$4,3 miliar untuk membantu jutaan orang di Yaman. Negara itu dilanda perang selama 8 tahun, yang menyebabkan jutaan orang sangat membutuhkan bantuan.
Seruan tersebut disampaikan PBB di depan konferensi para donor. Para pejabat PBB memperingatkan bahwa kebutuhan kemanusiaan global yang mencapai rekor, membuat dukungan donor tidak seperti sebelumnya.
"Namun tanpa dukungan yang berkelanjutan untuk operasi bantuan di Yaman, kehidupan jutaan warga akan berada dalam ketidakpastian. Upaya untuk mengakhiri konflik juga akan menjadi semakin sulit," demikian pernyataan organisasi tersebut.
Baca juga: AS Kembalikan 77 Barang Antik yang Dicuri ke Yaman
Menurut FEWS yang didanai Amerika Serikat, sebagian besar wilayah Yaman menghadapi kekurangan pangan. Sejumlah daerah di Gubernuran Marib menghadapi tingkat krisis. Lalu, situasi di Gubernuran Hajja utara diperkirakan akan memburuk.
Pasalnya, konflik di negara itu secara bertahap terus meningkat. Populasi besar rumah tangga yang mengungsi pun sangat bergantung pada bantuan.
Baca juga: 1.668 Jurnalis Terbunuh dalam 20 Tahun Terakhir
Ditambah lagi, tingginya harga listrik, bahan bakar dan gas yang didorong oleh ancaman konflik. Sebagian besar warga tetap berada dalam kondisi gencatan senjata tidak resmi, sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB berakhir pada Oktober 2022.
Pemberontak Houthi merebut Ibu Kota Yaman, Sanaa, serta menggulingkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional pada 2014.
Tak lama setelah itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab meluncurkan koalisi militer untuk mendukung kepemimpinan Hadi. Perang selama 8 tahun menewaskan ratusan ribu orang. Sedikitnya 4,3 juta orang mengungsi dan dua pertiga dari populasi hampir 33 juta orang membutuhkan bantuan.(Aljazeera/OL-11)
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Rusia tidak menunjukkan itikad untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Kecemasan akan aksi militer sudah berbulan-bulan menghantui warga Venezuela sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengerahkan armada laut besar ke Karibia.
Peta diplomasi penyelesaian konflik Ukraina-Rusia semakin rumit, dengan Eropa ingin terlibat, Amerika Serikat ingin memimpin, dan Rusia mencari legitimasi.
Protes yang diselenggarakan oleh partai Sahra Wagenknecht Alliance Reason and Justice (BSW) tersebut berlangsung di Gerbang Brandenburg.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
Human Initiative memaparkan arah dan rencana pemulihan Sumatra. Pihaknya menyusun rencana itu berdasarkan kebutuhan masyarakat dan pendekatan kawasan.
Momentum penyerahan bantuan saat ini dinilai tepat karena telah memasuki tahap pemulihan, khususnya pembangunan hunian sementara dan hunian tetap korban bencana.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan menyampaikan rasa terimakasih atas perhatian Kabupaten Toba untuk Kabupaten Humbang Hasundutan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved