Kamis 19 Januari 2023, 11:12 WIB

Presiden Brasil Curigai Pihak Intelijen Sekongkol dengan Demonstran

Cahya Mulyana | Internasional
 

PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan dinas intelijen telah gagal mencegah demonstrasi besar pada 8 Januari. Massa pendukung eks Presiden Jair Bolsonaro menguasai gedung-gedung pemerintahan Brasil.

Pernyataan baru itu muncul sebagai kritik Lula terhadap dugaan intelijen dan militer melakukan pembiaran terhadap demonstrasi.

"Kami membuat kesalahan mendasar: kecerdasan saya tidak ada (hari itu)," kata Lula.

Dia mengatakan Brasil sia-sia memiliki intelijen Angkatan Darat, intelijen Angkatan Udara, Badan Intelijen Brasil (ABIN) yang tidak menyuplai informasi soal demonstrasi.

Lula sebelumnya mengatakan dia menduga ada kolusi oleh orang-orang di angkatan bersenjata dalam pemberontakan itu.

Ribuan pendukung Bolsonaro menyerbu dan menggeledah gedung Kongres, istana kepresidenan, dan Mahkamah Agung.

"Saya mendapat kesan itu adalah awal dari kudeta," kata Lula.

Baca juga: Pasca-Kerusuhan, Brasil Pindahkan 40 Tentara dari Kediaman Presiden

Dia menekankan keinginan mempertahankan hubungan yang beradab dengan angkatan bersenjata Brasil yang tidak boleh dipolitisasi.

Lula menjadwalkan untuk bertemu dengan komandan Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara akhir pekan ini.

"Saya tidak ingin ada masalah dengan aparat, begitu juga mereka dengan saya. Tapi mereka yang ingin terjun ke politik harus melepas seragam, mundur dari jabatan dan kemudian terjun ke dunia politik," kata Lula.

Awal pekan ini dia memecat lebih dari 50 perwira militer yang menjaga kediaman presiden dan Kantor Penasihat Keamanan Nasional.

Lula mengungkapkan ketidakpercayaannya pada mereka setelah pemberontakan di Brasilia.

Lula kembali menegaskan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Washington pada 10 Februari.

Hal itu setelah mendapat undangan ketika para pemimpin dua negara demokrasi terbesar di belahan bumi barat membahas kerusuhan Brasilia melalui telepon.

Pemberontakan Brasil mirip dengan serangan 6 Januari 2021 di Capitol AS oleh pendukung mantan Presiden Donald Trump.

"Saya ingin berdiskusi dengan Biden bagaimana demokrasi berjalan di dunia, apa yang terjadi di sana-sini," kata Lula.

Lula menambahkan akan bertanya kepada mitranya dari Amerika. Dia juga akan bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Brasil akhir bulan ini. (France24/Cah/OL-09)

Baca Juga

AFP

IAEA Laporkan Ledakan di Dekat PLTN Zaporizhzhia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 27 Januari 2023, 17:49 WIB
Pasukan Rusia merebut pabrik Zaporizhzhia dari Ukraina pada awal Maret, tak lama setelah melakukan...
ANTARA

Serangan Bersenjata di Kedubes Azerbaijan di Iran, Satu Orang Tewas

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 27 Januari 2023, 16:54 WIB
Serangan pada hari Jumat itu juga melukai dua orang, dalam sebuah investigasi telah...
dok.AFP

Tentara dan Polisi Bersihkan Jalan dari Pengunjuk Rasa Peru

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 27 Januari 2023, 13:25 WIB
PEMERINTAH Peru mengerahkan polisi dan tentara untuk membongkar penghalang di jalan raya untuk memperlancar distribusi bahan pokok dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya