Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Sekaligus, Anak Desa tak Lagi Bertaruh Nyawa ke Sekolah

M Ilham Ramadhan Avisena
09/3/2026 19:42
Prabowo Resmikan 218 Jembatan Sekaligus, Anak Desa tak Lagi Bertaruh Nyawa ke Sekolah
Tiga murid SD Negeri Selapanjang, sepulang sekolah berusaha memegang tali ketika menyebrangi Sungai Ciujung di Kampung Jati, Selapanjang, Cimarga, Lebak, Banten.(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto secara simbolis meresmikan pembangunan 218 jembatan di seluruh wilayah Indonesia. Jembatan tersebut dibangun merata termasuk di wilayah pascabencana Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. 

"Pada sore hari ini, Senin, 9 Maret tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan 77 Jembatan Bailey, 59 Jembatan Armco, dan 82 Jembatan Perintis," ucap Prabowo secara daring, Senin (9/3). 

Kepala Negara menilai, pembangunan 218 jembatan di seluruh wilayah Indonesia itu merupakan capaian kinerja yang cukup baik. Sebab pembangunan dilakukan dalam kurun waktu yang relatif singkat, yakni 2,5 bulan. 

Menurut Prabowo, hal tersebut menunjukkan keseriusan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan petugas-petugas di daerah untuk mendukung kepentingan rakyat. Adapun pembangunan itu dipimpin oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang ditunjuk sebagai Komandan Satgas Percepatan Pembangunan dan Perbaikan Jembatan

"Ini bukti bahwa sekali lagi, pemerintah pusat, pemerintah Republik Indonesia hadir. Hadir di tingkat yang terkecil sekali pun. Di desa, di dusun, di dukuh. Pemerintah Republik Indonesia tidak akan membiarkan rakyatnya dalam penderitaan dan kesulitan," kata Prabowo. 

Atas kerja Satgas itu, Prabowo mengaku kini dapat tidur sedikit lebih tenang. Sebab, kekhawatiranya berkurang lantaran anak-anak di desa terpencil tidak lagi harus bertaruh nyawa menyebrangi sungai untuk pergi ke sekolah.

"Anak-anak di desa-desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dengan keadaan bahaya terhadap keselamatannya. Anak-anak kita di tempat-tempat terpencil tidak perlu lagi duduk di kelas dengan pakaian basah, pulang dari sekolah dengan pakaian basah," tuturnya.

Kepala Negara juga menyebut, jembatan yang panjangnya tak sampai ratusan meter di setiap wilayah itu tetap dipandang sebagai pembangunan infrastruktur strategis. Pasalnya jembatan-jembatan itu dapat menunjang dan mendukung mobilitas masyarakat di daerah-daerah. 

"Mungkin ada orang yang memandang jembatan gantung yang mungkin menyeberangi beberapa belas meter atau beberapa puluh meter sesuatu yang tidak strategis. Tidak, pemerintah yang saya pimpin bangga bahwa kita menjawab kesulitan rakyat kita yang paling kecil, rakyat kita yang paling jauh, rakyat kita yang paling terpencil," pungkas Prabowo. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya