Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta Dimulai, Target 141 Ribu Unit

Ihfa Firdausya
09/3/2026 10:35
Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta Dimulai, Target 141 Ribu Unit
Pembangunan rumah susun bersubsidi di Meikarta dimulai, Minggu (8/3).(Antara)

PEMERINTAH resmi memulai pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, yang diproyeksikan menjadi proyek percontohan hunian vertikal bersubsidi di Indonesia. Proyek ini menjadi bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Peletakan batu pertama proyek tersebut menandai dimulainya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta dalam mendorong penyediaan rumah terjangkau sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam proyek ini, Lippo Group resmi menghibahkan lahan seluas 30 hektare kepada pemerintah melalui Danantara Indonesia. Hibah tersebut disebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program strategis nasional di sektor perumahan.

CEO Lippo Group James Riady mengatakan, keputusan menghibahkan lahan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap visi Presiden Prabowo dalam menghadirkan hunian bagi rakyat.

“Alasan kami menghibahkan tanah ini karena mendukung Presiden yang punya hati untuk rakyat,” kata James Riady di Cikarang, Minggu (8/3) kemarin.

Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis saat peninjauan lokasi pembangunan yang dihadiri Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, serta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam kesempatan itu, Lippo Group menyerahkan tiga bidang lahan di kawasan tersebut kepada pemerintah untuk mendukung pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Lahan seluas 30 hektare itu diproyeksikan mampu menampung sekitar 140.000 hingga 141.000 unit hunian vertikal, atau setara sekitar 5 persen dari target nasional Program 3 Juta Rumah.

James Riady menambahkan, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, aman, dan terjangkau.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN, dan sektor usaha, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau,” ujarnya.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang telah mempersiapkan proyek tersebut hingga memasuki tahap pembangunan dalam waktu relatif singkat.

“Kami mengapresiasi kerja keras tim dari Lippo Group dan Danantara serta tim PKP yang dalam waktu sekitar dua bulan mempersiapkan proyek ini hingga dapat dimulai hari ini. Kami juga berterima kasih kepada pendiri Lippo Group, Bapak Mochtar Riady, atas dukungan dan kontribusinya bagi pembangunan perumahan rakyat,” ujar Maruarar.

Menurut dia, pemerintah juga telah memastikan kepastian hukum sebelum proyek dimulai, termasuk dengan berkonsultasi langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kesiapan lahan dan dukungan kebijakan.

“Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli, bagi perbankan, serta bagi para pengembang,” katanya.

Maruarar menilai pembangunan hunian secara vertikal menjadi solusi yang lebih efisien di tengah keterbatasan lahan. Dengan luas lahan sekitar 30 hektare di Meikarta, proyek ini dinilai jauh lebih hemat ruang dibanding pembangunan rumah tapak.

“Jika dibangun rumah tapak, mungkin membutuhkan sekitar 1.200 hektare lahan. Dengan pembangunan vertikal, lahan yang digunakan jauh lebih efisien,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan proyek serupa di Kota Depok. Salah satu lokasi yang telah diidentifikasi adalah lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital seluas sekitar 45 hektare yang berpotensi dikembangkan menjadi sekitar 170.000 unit hunian.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyebut proyek rusun subsidi di Meikarta sebagai model teladan dalam pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Selain menjawab kebutuhan hunian, proyek tersebut dinilai memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian.

“Industri perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Dampaknya bisa 1,5 hingga 5 kali terhadap pertumbuhan ekonomi karena ada sekitar 185 sektor usaha yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan,” ujar Hashim.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menegaskan komitmen penuh dalam mendukung pembiayaan pembangunan proyek ini.

“Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Selain itu, BUMN karya juga dapat berkolaborasi bersama kontraktor swasta dalam pembangunan,” kata Rosan.

Rosan menjelaskan, pembangunan tahap awal akan dilakukan di titik satu di atas lahan sekitar 12,8 hektare. Di lokasi tersebut direncanakan berdiri 18 tower rumah susun subsidi dengan ketinggian sekitar 32 lantai. Total investasi pembangunan diperkirakan mencapai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun.

Pemerintah berharap proyek rusun subsidi di Meikarta ini dapat menjadi contoh kolaborasi efektif antara negara dan swasta dalam mengatasi backlog perumahan, sekaligus mempercepat pencapaian target penyediaan 3 juta rumah bagi rakyat Indonesia. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya