Rabu 04 Januari 2023, 23:16 WIB

Malaysia Perketat Pengawasan Covid-19 pada Pendatang dari Semua Negara

mediaindonesia.com | Internasional
Malaysia Perketat Pengawasan Covid-19 pada Pendatang dari Semua Negara

AFP/Arif Kartono
Para penumpang mengurus bagasi di terminal kedatangan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Sepang.

 

PERDANA Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pengawasan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 diperketat terhadap pengunjung dari semua negara, terutama yang memiliki kasus infeksi lebih banyak.
 
"Saat ini kami tidak mengambil posisi diskriminasi terhadap negara mana pun. Karena jika kita melihat penyebaran infeksi di China, kita juga tahu bahwa kematian di Amerika Serikat akibat covid-19 juga tinggi, seperti halnya beberapa negara lain," kata Anwar kepada pers di Putrajaya, Rabu (4/1).
 
Karena itu, untuk menyelamatkan masyarakat Malaysia maka siapa pun yang masuk ke negara tersebut harus dipantau dan tunduk pada kondisi yang sama, kata dia.
 
"Yang saya tekankan di sini adalah pengawasan diperketat, tapi tidak memilih negara. Karena Malaysia tahu, pengunjung bisa saja dari Indonesia tapi bulan lalu dia dari China, misalnya. Jadi masalah seperti itu kompleks, kami tidak mau gegabah hanya karena beberapa laporan saja," ujar dia.
 
Anwar juga mengatakan jika melihat survei global, masalah yang dihadapi lebih komprehensif.

"Yang penting kita tidak bertoleransi demi menjamin keselamatan bangsa dan negara," katanya.
 
Ia mengatakan rapat kabinet mengambil keputusan tanpa ragu bahwa masalah kesehatan masyarakat merupakan hal utama.


Baca juga: Jepang Perketat Syarat Perjalanan untuk Turis Tiongkok


Masalah pariwisata dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengalahkan pentingnya mengendalikan dan merawat orang dalam hal epidemi dan infeksi, termasuk covid-19.
 
"Saya ingin menjelaskan ini karena banyak keraguan muncul seolah-olah untuk pariwisata. Tidak. Kami mengambil keputusan tegas,"
kata Anwar dalam jumpa pers yang diikuti secara daring.
 
Semua tindakan yang dianggap perlu, kata dia, akan dilakukan di pusat-pusat imigrasi tempat masuknya warga asing dengan memperketat
pengawasan tanpa membedakan asal negara.
 
Negara-negara dengan jumlah penularan tinggi, termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok, dipantau secara serius, tanpa melonggarkan syarat.
 
"Cuma faktanya berbeda dari apa yang dibicarakan. Menteri Dalam Negeri memberikan jumlah pendatang China 2022 adalah 336.000. Mayoritas mereka adalah turis. Desember saja pelawat China ada 53.000, dan kita tidak melihat lonjakan infeksi yang berhubungan dari negara mana-mana," ujar Perdana Menteri.
 
Meski demikian, kata dia, bukan berarti ada kelonggaran bagi pengunjung dari negara mana pun, termasuk dari Tiongkok.
 
"Kita harus pantau seperti mana menurut keperluan dan kepentingan kita," kata Anwar. (Ant/OL-16)

 

Baca Juga

AFP/Khaled DESOUKI

Mumi Tertua dan Terlengkap Ditemukan di Makam Firaun

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 23:30 WIB
Banyak patung ditemukan di antara makam, termasuk satu yang mewakili seorang pria dan istrinya serta beberapa...
AFP/Frederic J BROWN

Tiongkok Keluarkan Peringatan setelah Warganya Jadi Korban Penembakan di AS

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 22:50 WIB
Konjen Tiongkok di Los Angeles memastikan seorang warga negaranya tewas dalam penembakan massal pada pesta perayaan Tahun Baru Imlek di...
AFP

IAEA Laporkan Ledakan di Dekat PLTN Zaporizhzhia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 27 Januari 2023, 17:49 WIB
Pasukan Rusia merebut pabrik Zaporizhzhia dari Ukraina pada awal Maret, tak lama setelah melakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya