Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan mengadakan pertemuan mendesak untuk mempertimbangkan penyelidikan atas tindakan mematikan terhadap demonstran di Iran. Langkah itu menyusul permintaan Jerman dan Islandia yang mengkhawatirkan situasi lebih buruk di Iran.
Pertemuan itu menyusul protes selama dua bulan di Iran yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini. Berdasarkan catatan kelompok Hak Asasi Manusia Iran (IHR) yang berbasis di Norwegia sejauh ini sudah 378 orang, termasuk 47 anak-anak tewas.
Demonstrasi telah menyebar ke seluruh negeri dan tumbuh menjadi gerakan luas melawan teokrasi yang telah memerintah Iran sejak jatuhnya Shah pada 1979. Ribuan pengunjuk rasa ditangkap, termasuk wanita, anak-anak, dan jurnalis.
Sejauh ini, enam orang telah dijatuhi hukuman mati selama demonstrasi tersebut. Para diplomat di Dewan HAM PBB akan mempertimbangkan rancangan resolusi yang diajukan oleh Jerman dan Islandia.
Baca juga: Demonstran Iran Bakar Rumah Kelahiran Khomeini
Kedua negara mendesak pembentukan tim pencari fakta internasional untuk mengumpulkan, mengonsolidasikan, dan menganalisis bukti pelanggaran HAM.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menekankan penyelidikan semacam itu sangat penting. "Karena kami tahu betapa pentingnya bagi para korban bahwa mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban," katanya, Selasa (22/11).
Dalam proposal yang diajukan Jerman kepada Dewan HAM PBB juga meminta Teheran untuk bekerja sama sepenuhnya dengan tim pencari fakta. "Kami melihat pelanggaran serius dalam menanggapi protes," kata pejabat Human Rights Watch Lucy McKernan.
Ia mengatakan kewajiban Dewan HAM PBB untuk bereaksi supaya terdapat pihak yang harus bertanggungjawab atas kejarian di Iran. Sebanyak 16 dari 47 anggota Dewan HAM mendukung proposal tersebut.
Dewan HAM PBB mendapatkan respon negatif atas usulan Jerman itu dari Tiongkok dan Rusia. Sebelumnya usulan negara-negara Barat kalah menyangkut penyelidikan pelanggaran HAM di Xinjiang, Tiongkok.
Berkaca pada kejadian tersebut, usaha Jerman juga dapat mengalami nasib serupa. (AFP/OL-16)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Menlu Iran Abbas Araghchi laporkan 600 sekolah hancur dan 1.000 siswa-guru jadi korban serangan AS-Israel. Simak detail pidatonya di Dewan HAM PBB Jenewa.
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Di tengah serangan AS-Israel, Washington membuka peluang negosiasi dengan Iran. Trump dorong kesepakatan damai segera tercapai.
Serangan rudal dan drone Iran hantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, melukai 10 tentara AS dan merusak sejumlah pesawat pengisi bahan bakar strategis.
Hubungan Netanyahu dan Kepala Mossad David Barnea dikabarkan retak akibat saling tuding terkait akurasi intelijen perang Iran dan isu kebocoran informasi di pusat keamanan.
Kelompok hacker Handala mengklaim telah membobol email pribadi Direktur FBI Kash Patel. Foto-foto santai hingga resume Patel disebar sebagai bentuk balas dendam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved