Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Qatar menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam perang melawan Iran, melainkan menjalankan hak sah untuk mempertahankan kedaulatan nasional. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, pada Selasa (3/3), di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Penegasan tersebut muncul setelah sejumlah jurnalis Israel mengutip sumber Barat yang mengeklaim bahwa Qatar melakukan serangan terhadap Iran dalam 24 jam terakhir.
Menanggapi klaim tersebut, Al-Ansari membantah keterlibatan Doha dalam operasi ofensif terhadap Teheran.
"Qatar tidak ikut bagian dari serangan yang menargetkan Iran. Kami menggunakan hak kami untuk membela diri dan menghadang serangan Iran terhadap negara kami," katanya di medsos X.
Pernyataan itu dipublikasikan melalui platform media sosial X.
Al-Ansari juga meminta media internasional agar mengandalkan sumber resmi Qatar dalam melaporkan perkembangan situasi. Ia mendesak para media agar mengacu pada sumber-sumber Qatar yang kredibel ketika memberitakan tentang Qatar.
Ketegangan regional meningkat setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.
Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rangkaian rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Perkembangan ini memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan yang selama ini menjadi episentrum dinamika geopolitik global.
Secara resmi, Qatar menegaskan tidak berada dalam posisi ofensif terhadap Iran. Doha menyatakan langkah yang diambil semata-mata merupakan bentuk pertahanan diri sesuai hukum internasional.
Pernyataan ini menjadi krusial di tengah beredarnya klaim dan laporan silang yang berpotensi memperkeruh situasi regional.
Dengan meningkatnya tensi antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran, posisi negara-negara Teluk, termasuk Qatar akan terus menjadi sorotan dalam dinamika keamanan Timur Tengah ke depan. (Ant/E-4)
Di tengah serangan AS-Israel, Washington membuka peluang negosiasi dengan Iran. Trump dorong kesepakatan damai segera tercapai.
Presiden Donald Trump menegaskan konflik dengan Iran belum usai. Targetkan ribuan titik baru dan berikan ultimatum penutupan Selat Hormuz hingga 6 hari ke depan.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan AS menunggu klarifikasi Iran terkait proposal perdamaian 15 poin. Ia optimis perang berakhir tanpa pasukan darat.
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Ia menyoroti fenomena truk-truk yang mengantre di SPBU untuk membeli BBM, lalu dijual kembali.
Komandan Polisi Dubai Dhahi Khalfan desak negara Teluk perkuat hubungan dengan Israel dan Barat, serta kritik negara Arab lain di tengah perang regional melawan Iran.
Trump membantah keterlibatan AS dalam serangan ke ladang gas Iran, meski Israel klaim koordinasi. Eskalasi konflik picu ancaman Iran dan lonjakan harga minyak dunia.
Donald Trump menyatakan Israel akan menghentikan serangan ke ladang gas South Pars Iran. AS menegaskan tidak terlibat dan memperingatkan Iran terkait potensi eskalasi.
Ketegangan di Teluk Persia memuncak. Ras Laffan Qatar dihantam rudal, sementara Arab Saudi cegat serangan drone dan rudal balistik menuju Riyadh.
Otoritas Qatar perintahkan evakuasi darurat di Doha akibat serangan misil. Ketegangan meningkat setelah Iran balas serangan militer gabungan AS-Israel. Simak selengkapnya.
Qatar tetap buka dialog dengan Iran meski hanya satu kali telepon sejak kematian Ali Khamenei. Doha berhenti jadi mediator AS-Iran. Cek alasannya di sini.
HARGA minyak dunia melonjak setelah Qatar memperingatkan seluruh produksi minyak dan gas di kawasan Teluk berpotensi terhenti dalam beberapa hari jika konflik Timur Tengah terus berlanjut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved