Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Tak Berniat Perang Lawan Iran, Qatar: Hanya Membela Diri

Media Indonesia
04/3/2026 09:15
Tak Berniat Perang Lawan Iran, Qatar: Hanya Membela Diri
Pesawat militer Qatar(Dok AFP)

PEMERINTAH Qatar menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam perang melawan Iran, melainkan menjalankan hak sah untuk mempertahankan kedaulatan nasional. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, pada Selasa (3/3), di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Penegasan tersebut muncul setelah sejumlah jurnalis Israel mengutip sumber Barat yang mengeklaim bahwa Qatar melakukan serangan terhadap Iran dalam 24 jam terakhir.

Menanggapi klaim tersebut, Al-Ansari membantah keterlibatan Doha dalam operasi ofensif terhadap Teheran.

"Qatar tidak ikut bagian dari serangan yang menargetkan Iran. Kami menggunakan hak kami untuk membela diri dan menghadang serangan Iran terhadap negara kami," katanya di medsos X.

Pernyataan itu dipublikasikan melalui platform media sosial X.

Al-Ansari juga meminta media internasional agar mengandalkan sumber resmi Qatar dalam melaporkan perkembangan situasi. Ia mendesak para media agar mengacu pada sumber-sumber Qatar yang kredibel ketika memberitakan tentang Qatar.

Eskalasi Regional: Serangan dan Balasan

Ketegangan regional meningkat setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rangkaian rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah.

Perkembangan ini memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan yang selama ini menjadi episentrum dinamika geopolitik global.

Apa Posisi Qatar?

Secara resmi, Qatar menegaskan tidak berada dalam posisi ofensif terhadap Iran. Doha menyatakan langkah yang diambil semata-mata merupakan bentuk pertahanan diri sesuai hukum internasional.

Pernyataan ini menjadi krusial di tengah beredarnya klaim dan laporan silang yang berpotensi memperkeruh situasi regional.

Dengan meningkatnya tensi antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran, posisi negara-negara Teluk, termasuk Qatar akan terus menjadi sorotan dalam dinamika keamanan Timur Tengah ke depan. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya