Selasa 15 November 2022, 10:59 WIB

Israel Kecam Investigasi Kematian Abu Akleh oleh FBI

Cahya Mulyana | Internasional
Israel Kecam Investigasi Kematian Abu Akleh oleh FBI

AL JAZEERA / AFP
Jurnalis Palestina-Amerika, Shireen Abu Akleh.

 

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz mengaku tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan Amerika Serikat (AS) atas kematian penembakan seorang jurnalis Palestina-Amerika, Shireen Abu Akleh. Pelakunya kemungkinan seorang tentara Israel.

Biro Investigasi Federal (FBI) AS sedang menyelidiki pembunuhan yang terjadi pada 11 Mei itu. Penanganan kasus ini menjadi langkah luar biasa yang terjadi setelah tentara menolak untuk mengadili pelaku yang mungkin telah menembak Abu Akleh.

FBI menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal penyelidikan. Namun Gantz mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan bekerja sama dengan FBI. "Keputusan yang diambil oleh Departemen Kehakiman AS untuk melakukan penyelidikan atas kematian tragis Shireen Abu Akleh adalah sebuah kesalahan," tulisnya dalam sebuah tweet.

Pasukan Israel telah melakukan penyelidikan profesional dan independen dan membagikan rinciannya dengan para pejabat AS, katanya. "Saya telah menyampaikan pesan kepada perwakilan AS bahwa kami mendukung tentara IDF, bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan eksternal, dan tidak akan memungkinkan intervensi untuk penyelidikan internal," katanya.

Militer Israel mengakui pada 5 September bahwa salah satu tentaranya kemungkinan telah menembak Abu Akleh karena mengira sebagai seorang militan. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan perlu pertanggungjawaban dalam kasus ini untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Namun dua hari kemudian Perdana Menteri Israel, Yair Lapid menolak saran bahwa tentara itu harus diadili. "Saya tidak akan membiarkan seorang tentara IDF yang melindungi dirinya dari tembakan teroris dituntut hanya untuk menerima tepuk tangan dari luar negeri," kata Lapid.

Pekan lalu, keluarga dan rekan Abu Akleh mengatakan kepada penyelidik PBB bahwa Abu Akleh sengaja menjadi sasaran sebagai bagian dari perang skala luas Israel terhadap pekerja media Palestina, dan menyerukan pertanggungjawaban dan keadilan. (AFP/OL-12)

Baca Juga

FAZRY ISMAIL / POOL / AFP Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim Umumkan 28 Pembantunya untuk Stabilitas Politik

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 13:56 WIB
Perdana Menteri (PM) ke-10 Malaysia Anwar Ibrahim merangkap jabatan sebagai Menteri Keuangan. Keputusan itu terungkap dari susunan...
AFP

Snowden Senang dapat Paspor Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 13:49 WIB
Eks mata-mata Amerika Serikat (AS) Edward Snowden telah menerima paspor Rusia setelah bersumpah setia kepada negara barunya itu sejak...
dok.pantau.com

Centris: Pamor Xi Jinping Memudar Demokrasi Mulai Tumbuh di Tiongkok

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 11:10 WIB
UPAYA Xi Jinping kembali membuka diri dan menjalin kembali hubungan dengan beberapa pemimpin negara dunia, untuk menunjukkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya