Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA yang menarik di hari pertama penyelenggaraan Conference of The Parties (COP)-27 yang diselenggarakan di Tonino Lamborghini, Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (6/11). Paviliun Indonesia, yang merupakan etalase RI untuk melakukan soft diplomacy, dikerubuti para delegasi pada jam makan siang. Hari itu, Paviliun Indonesia menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi delegasi.
Bukan tanpa sebab. Paviliun Indonesia sengaja menghadirkan kuliner khas Indonesia yang bisa disantap secara gratis untuk menarik perhatian para pengunjung.
Di depan Paviliun Indonesia, berjejer sejumlah menu makanan seperti bihun goreng, ayam goreng, tempe orek, perkedel, sayur urap, hingga kerupuk bawang.
Baca juga: COP-27, Menteri LHK: RI Dorong Aksi Kolaborasi untuk Atasi Krisis Iklim
Setelah hidangan itu dibuka oleh pelayan, sontak delegasi-delegasi yang tengah mengikuti diskusi di Paviliun Indonesia dan para delegasi yang kebetulan lewat berlomba ingin mencicipi. Antrian puluhan delegasi pun mengular di bagian depan Paviliun Indonesia.
Salah seorang delegasi dari Inggris, Aaron, sempat kebingungan ketika melihat kerupuk bawang. Ia pun bertanya kepada penyaji, "Apa ini?"
Lalu penyaji menjelaskan bahwa kerupuk merupakan snack khas Indonesia yang sangat digemari masyarakat sebagai pendamping makanan utama. Ia pun mencobanya dan terkesan.
"Wow, saya harap bisa makan ini setiap hari," candanya.
Tidak jauh berbeda dengan Aaron, pemuda-pemuda asal Mesir, Farha, Hager, dan Mahmoud juga mengaku terkesan dengan hidangan khas Indonesia.
Meskipun Mesir juga memiliki makanan yang kaya akan cita rasa rempah, tapi makanan Indonesia menurut mereka punya rasa yang unik.
"Ini sangat unik dan tidak pernah aku temui di negaraku, Aku suka dengan bihun. Tapi sayur-sayur ini (sayur urap) menurutku agak aneh," ucap Farha.
Hager pun menyahut, "Ya, kami belum pernah menemukan menu semacam ini."
Tidak jauh berbeda dengan kedua kawannya, Mahmoud mengaku terkesan dengan kuliner Indonesia. Menu yang paling disukainya adalah tempe orek.
"Ya, aku tahu ini terbuat dari kacang kedelai kan? Enak sekali. Aku suka," imbuh dia sambil menyantap tempe orek di piringnya yang tinggal sedikit lagi habis.
Terpisah, Ketua Paviliun Indonesia di COP-27 Agus Justianto mengungkapkan sebagai salah satu cara untuk meramaikan Paviliun Indonesia, setiap pengunjung yang hadir di sesi TalkShow akan diberikan kupon yang bisa ditukar menjadi hidangan khas Indonesia yang tersedia.
Ia menegaskan Paviliun Indonesia memang sengaja dihadirkan untuk melakukan soft diplomacy dengan berbagai cara yang unik.
Selain menghadirkan sejumlah sesi talkshow, Indonesia juga membawa keanekaragaman budaya untuk menarik minat dunia global mengetahui kekayaan yang dimiliki Indonesia.
"Salah satunya lewat kuliner. Kita ingin menunjukkan bahwa dengan ketahanan iklim Indonesia, kita bisa memiliki berbagai makanan khas yang nikmat," ujar Agus.
Selain kuliner, Indonesia juga menghadirkan sejumlah penampilan seperti Tari Piring dan juga musik-musik tradisional Indonesia yang diputar di dalam Paviliun.
"Selain hard diplomacy, Indonesia juga menampilkan berbagai macam yang sudah dilakukan oleh Indonesia di Paviliun Indonesia oleh semua stakeholder. Leason learn yang ada di tingkat tapak. Informasi yang terkait dengan yang sudah kita lakukan dan kegiatan yang sudah kita lakukan termasuk programnya kita tampilkan di sini. Kita berharap melalui diseminasi informasi ini upaya-upaya yang dilakukan Indonesia bisa diketahui secara global," pungkas dia. (OL-1)
Menurut bu Pri, keunikan dari gudeg mercon dibandingkan dengan beberapa jenis gudeg lainnya terletak pada oseng merconnya.
Berbeda dengan Dubai Chocolate berupa cokelat batangan berisi krim pistachio dan tahini, Dubai Chewy Cookie tampil seperti marshmallow cokelat dengan bagian luar yang lembut.
Momen berbuka puasa semakin spesial dengan penawaran harga Rp198,000 nett/pax dengan promo spesial Pay 4 Get 5 spesial pada periode 18-24 Februari 2026.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Penghargaan Dua Bintang selanjutnya diberikan kepada Hakuryu (Jakarta), Kiwami (Jakarta), dan II YAWARA (Jakarta).
Para tamu diundang untuk menikmati Iftar Buffet Dinneristimewa dengan menu tematik Indonesia seperti Lamb Ouzi, Ta’jil Island, serta ragam hidangan internasional.
Kemenag menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi di Mesir dalam rangkaian Cairo International Book Fair (CIBF) 2026 di Mesir.
Perundingan damai Ukraina-Rusia di Abu Dhabi, Emirat Arab, berakhir tanpa kesepakatan di tengah serangan masif rudal Rusia ke Kyiv yang memutus listrik 1,2 juta rumah warga.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Ia menilai Indonesia sebaiknya mendorong penurunan eskalasi konflik, terutama karena Indonesia telah ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB periode 2026.
Pimpinan Komisi I DPR RI mengecam keras aksi bintang film dewasa asal Inggris, Tia Emma Billinger alias Bonnie Blue, yang dinilai melecehkan bendera Merah Putih.
AYIMUN 19th di Bangkok mempertemukan ratusan generasi muda dari 35 negara untuk belajar diplomasi global melalui lima council internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved