Senin 07 November 2022, 05:45 WIB

Diplomasi Perut Ala Indonesia Ramaikan COP-27

Atalya Puspa | Internasional
Diplomasi Perut Ala Indonesia Ramaikan COP-27

MI/Atalya Puspa
Sejumlah delegasi yang hadir di COP 27 di Mesir mengantre untuk mencicipi hidangan khas Indonesia yang disajikan di Paviliun Indonesia.

 

ADA yang menarik di hari pertama penyelenggaraan Conference of The Parties (COP)-27 yang diselenggarakan di Tonino Lamborghini, Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (6/11). Paviliun Indonesia, yang merupakan etalase RI untuk melakukan soft diplomacy, dikerubuti para delegasi pada jam makan siang. Hari itu, Paviliun Indonesia menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi delegasi.

Bukan tanpa sebab. Paviliun Indonesia sengaja menghadirkan kuliner khas Indonesia yang bisa disantap secara gratis untuk menarik perhatian para pengunjung.

Di depan Paviliun Indonesia, berjejer sejumlah menu makanan seperti bihun goreng, ayam goreng, tempe orek, perkedel, sayur urap, hingga kerupuk bawang. 

Baca juga: COP-27, Menteri LHK: RI Dorong Aksi Kolaborasi untuk Atasi Krisis Iklim

Setelah hidangan itu dibuka oleh pelayan, sontak delegasi-delegasi yang tengah mengikuti diskusi di Paviliun Indonesia dan para delegasi yang kebetulan lewat berlomba ingin mencicipi. Antrian puluhan delegasi pun mengular di bagian depan Paviliun Indonesia.

Salah seorang delegasi dari Inggris, Aaron, sempat kebingungan ketika melihat kerupuk bawang. Ia pun bertanya kepada penyaji, "Apa ini?"

Lalu penyaji menjelaskan bahwa kerupuk merupakan snack khas Indonesia yang sangat digemari masyarakat sebagai pendamping makanan utama. Ia pun mencobanya dan terkesan. 

"Wow, saya harap bisa makan ini setiap hari," candanya.

Tidak jauh berbeda dengan Aaron, pemuda-pemuda asal Mesir, Farha, Hager, dan Mahmoud juga mengaku terkesan dengan hidangan khas Indonesia. 

Meskipun Mesir juga memiliki makanan yang kaya akan cita rasa rempah, tapi makanan Indonesia menurut mereka punya rasa yang unik.

"Ini sangat unik dan tidak pernah aku temui di negaraku, Aku suka dengan bihun. Tapi sayur-sayur ini (sayur urap) menurutku agak aneh," ucap Farha.

Hager pun menyahut, "Ya, kami belum pernah menemukan menu semacam ini."

Tidak jauh berbeda dengan kedua kawannya, Mahmoud mengaku terkesan dengan kuliner Indonesia. Menu yang paling disukainya adalah tempe orek. 

"Ya, aku tahu ini terbuat dari kacang kedelai kan? Enak sekali. Aku suka," imbuh dia sambil menyantap tempe orek di piringnya yang tinggal sedikit lagi habis.

Terpisah, Ketua Paviliun Indonesia di COP-27 Agus Justianto mengungkapkan sebagai salah satu cara untuk meramaikan Paviliun Indonesia, setiap pengunjung yang hadir di sesi TalkShow akan diberikan kupon yang bisa ditukar menjadi hidangan khas Indonesia yang tersedia.

Ia menegaskan Paviliun Indonesia memang sengaja dihadirkan untuk melakukan soft diplomacy dengan berbagai cara yang unik. 

Selain menghadirkan sejumlah sesi talkshow, Indonesia juga membawa keanekaragaman budaya untuk menarik minat dunia global mengetahui kekayaan yang dimiliki Indonesia.

"Salah satunya lewat kuliner. Kita ingin menunjukkan bahwa dengan ketahanan iklim Indonesia, kita bisa memiliki berbagai makanan khas yang nikmat," ujar Agus.

Selain kuliner, Indonesia juga menghadirkan sejumlah penampilan seperti Tari Piring dan juga musik-musik tradisional Indonesia yang diputar di dalam Paviliun.

"Selain hard diplomacy, Indonesia juga menampilkan berbagai macam yang sudah dilakukan oleh Indonesia di Paviliun Indonesia oleh semua stakeholder. Leason learn yang ada di tingkat tapak. Informasi yang terkait dengan yang sudah kita lakukan dan kegiatan yang sudah kita lakukan termasuk programnya kita tampilkan di sini. Kita berharap melalui diseminasi informasi ini upaya-upaya yang dilakukan Indonesia bisa diketahui secara global," pungkas dia. (OL-1)

Baca Juga

 Yuri KADOBNOV / AFP

Rusia Gunakan Musim Dingin Sebagai Senjata

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 29 November 2022, 11:15 WIB
 Otoritas Kyiv telah mempersiapkan evakuasi untuk menghindari korban...
Yevhen TITOV / AFP

Zelensky Minta Rakyatnya Antisipasi Serangan Gencar Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 29 November 2022, 09:46 WIB
Volodymyr Zelensky memperkirakan serangan baru minggu ini bisa sama buruknya dengan minggu lalu yang menghancurkan insfrastruktur listrik...
AFP

Rishi Sunak: Era Emas Hubungan Inggris dan Tiongkok Sudah Berakhir

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 29 November 2022, 08:41 WIB
Kini Inggris siap bersaing dengan Negeri Tirai Bambu termasuk mencegahnya mendominasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya