Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menilai kecurangan yang terjadi di pemilihan presiden 2014 dapat kembali terjadi di pemilihan paruh waktu, Selasa (8/11). Ia pun meminta semua pendukung Partai Republik mengawasinya.
"Negara kita tidak pernah seburuk saat ini. Negara kita sedang mengalami kemunduran," ucap Trump dalam acara kampanye di Latrobe, Pennsylvania.
Berbicara kepada ribuan pendukungnya, Trump kembali mengulangi klaim terdahulunya mengenai kecurangan Partai Demokrat dalam pemilu presiden 2020. Ia memperingatkan potensi terjadinya kecurangan di pemilu paruh waktu AS.
Sayangnya, Trump tidak menghadirkan bukti mengenai klaim tersebut, baik untuk pemungutan suara di tahun 2020 maupun pemilu paruh waktu pekan depan.
"Jika kalian ingin menghentikan kehancuran negara kita dan menyelamatkan mimpi Amerika, maka kalian semua harus memilih Republik dalam sebuah gelombang merah besar di hari Selasa," sambungnya.
Baca juga: AS Sebut Tiongkok dan Rusia Miliki Pengaruh Hentikan Uji Coba Nuklir Korea Utara
Sejak kalah dalam pemilu 2020, Trump berulang kali melontarkan klaim kecurangan masif. Namun banyak pihak, termasuk dari jajaran pemerintahannya sendiri kala itu, menyebut klaim Trump tidak benar.
Kendati begitu, sejumlah survei memperlihatkan bahwa pendukung Republik dalam jumlah besar mempercayai klaim Trump. Selain masyarakat umum, mereka yang mempercayai klaim Trump juga merupakan kandidat anggota Kongres, calon gubernur, dan sejumlah petugas komisi pemilu.
Pemilu paruh waktu di Pennsylvania dapat menjadi penentu mayoritas Senat AS. Kandidat senator dari Partai Republik untuk Pennsylvania adalah dokter selebritas Mehmet Oz, sedangkan dari Demokrat adalah Letnan Gubernur John Fetterman.
Sementara itu di tempat lain di Pennsylvania, Presiden AS Joe Biden bersama Barack Obama juga mengikuti acara kampanye jelang pemilu paruh waktu. Keduanya mengatakan bahwa demokrasi sedang dipertaruhkan dalam pemilu kali ini. (Aljazeera/Cah/OL-09)
Pasca-Mahkamah Agung AS menyatakan tarif impor ilegal, pemerintahan Trump justru meluncurkan kebijakan baru.
Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan darurat bagi warga Amerika di Meksiko untuk segera mencari tempat berlindung menyusul kerusuhan akibat tewasnya bos kartel El Mencho.
Utusan khusus AS mengungkap rasa penasaran Donald Trump atas sikap Iran di tengah kepungan militer. Sementara itu, gelombang protes mahasiswa pecah di Teheran.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menolak tawaran kapal rumah sakit Donald Trump dan menyindir sistem kesehatan AS yang berbayar.
Seorang pria bersenjata shotgun tewas ditembak Secret Service setelah menerobos perimeter aman kediaman Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved