Rabu 02 November 2022, 11:26 WIB

Rusia Siap Izinkan Ukraina Ekspor Pangan Namun dengan Persyaratan 

 Cahya Mulyana | Internasional
 

PRESIDEN Rusia, Vladimir Putin, mengatakan kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bahwa Moskow akan mempertimbangkan untuk melanjutkan kesepakatan ekspor biji-bijian atau pangan dari pelabuhan Ukraina. Syaratnya Kyiv memberikan jaminan keamanan.

Sikap itu muncul dari Putin dalam sambungkan telepon dengan Erdogan pada Selasa (1/11).

Saat ini Rusia menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan izin ekspor tersebut sebagai respons usai serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap armadanya di Krimea.

Sejauh ini Kyiv belum mengaku bertanggung jawab dan telah membantah menggunakan koridor pengiriman yang aman untuk tujuan militer.

Putin mengatakan kepada Erdogan bahwa Rusia mencari jaminan nyata dari Kyiv tentang ketaatan yang ketat terhadap perjanjian Istanbul, khususnya tentang tidak menggunakan koridor kemanusiaan untuk tujuan militer.

Baca juga: Demi Kemanusiaan, Erdogan Tetap Fasilitasi Ekspor Gandum dari Ukraina

Kesepakatan ekspor biji-bijian antara Rusia dan Ukraina ditengahi oleh Turki dan PBB pada Juli untuk meredakan krisis pangan dunia yang sebagian disebabkan oleh invasi Moskow ke Ukraina.

Rusia dan Ukraina merupakan produsen biji-bijian untuk pasar global.

Perjanjian itu akan berakhir pada 19 November. Rusia menginginkan “penyelidikan terperinci tentang keadaan insiden ini, dan juga setelah menerima jaminan nyata dari Kyiv tentang kepatuhan yang ketat terhadap perjanjian Istanbul, khususnya tentang tidak digunakannya koridor kemanusiaan untuk tujuan militer," ungkap pernyataan Kremlin usai kedua pemimpin tersebut bertukar pikiran.

“Hanya setelah itu akan mungkin untuk mempertimbangkan pertanyaan tentang melanjutkan pekerjaan dalam kesepakatan," tambah pernyataan Kremlin.

Putin juga telah mengingatkan Erdogan tentang kegagalan untuk memenuhi bagian kedua dari perjanjian paket yakni membuka blokir ekspor produk pertanian dan pupuk Rusia ke pasar dunia. Sementara barang-barang asal Ukraina tidak dikenakan sanksi Barat.

Produsen Rusia telah kehilangan akses ke pelabuhan Laut Baltik yang telah mereka gunakan untuk ekspor, dan saluran pipa yang membawa amonia ke pelabuhan Laut Hitam Ukraina di Pivdenny, yang dikenal sebagai Yuzhny dalam bahasa Rusia.

Dalam pembacaan telepon itu, kepresidenan Turki mengatakan Erdogan telah mengatakan kepada Putin bahwa dia yakin kerja sama yang berorientasi pada solusi akan mengatasi masalah ini.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu membahas isu itu dengan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar. Ukraina mengatakan klaim Rusia adalah dalih palsu untuk menarik diri dari kesepakatan.

Pada saat yang sama, lebih banyak kapal kargo meninggalkan pelabuhan Ukraina meskipun Rusia memperingatkan resiko keamanan.

Namun Pusat Koordinasi Gabungan, badan yang mengawasi kesepakatan untuk mengekspor bahan makanan Ukraina, mengatakan tidak ada rencana kapal bermuatan biji-bijian untuk bergerak di Laut Hitam.

“Sekretariat PBB di Pusat Koordinasi Gabungan melaporkan bahwa delegasi Ukraina, Turki, dan PBB sepakat untuk tidak merencanakan pergerakan kapal apa pun dalam Inisiatif Butir Laut Hitam untuk 2 November,” kata pernyataan dari PBB.

Koordinator PBB untuk kesepakatan itu, Amir Abdulla, bekerja sama dengan para pejabat Turki untuk melanjutkan partisipasi penuh di wadah tersebut dengan alasan kemanusiaan. (Aljazeera/Cah/OL-09)

Baca Juga

AFP

Tiongkok Tidak Terima Vaksin Barat Meskipun Ada Ancaman

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 20:05 WIB
Tiongkok belum menyetujui vaksin Covid-19 asing, memilih yang diproduksi di dalam...
NICOLAS ASFOURI / AFP

Tiongkok Longgarkan Pembatasan dalam Pergeseran Kebijakan Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:30 WIB
Penduduk tidak perlu lagi menunjukkan bahwa mereka telah dites negatif untuk tes Covid untuk memasuki kereta bawah tanah, bus, dan...
AFP

Pesawat Tempur Israel Serang Gaza saat UE Serukan Pertanggungjawaban

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 16:00 WIB
Kementerian luar negeri Palestina mengecam penembakan Mufleh sama saja dengan eksekusi, dan para aktivis Palestina serta pengguna media...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya