Selasa 25 Oktober 2022, 08:55 WIB

Barat Bela Ukraina Bantah Racik Bom Kotor dari Radioaktif

Cahya Mulyana | Internasional
Barat Bela Ukraina Bantah Racik Bom Kotor dari Radioaktif

AFP
Perang Rusia - Ukraina memasuki babak baru dengan isu penggunaan bom kotor dari bahan radioaktif yang tingkat kerusakannya mengerikan.

 

PARA pemimpin negara barat, menuduh Rusia menggunakan isu Ukraina membuat bom kotor dari radioaktif sebagai dalih meningkatkan eskalasi perang. Moskow mengevakuasi warga sipil dari Kherson untuk mengantisipasi pertempuran besar.

Dalam sebuah pernyataan bersama pada Senin (24/10), Prancis, Inggris dan Amerika Serikat mengatakan mereka semua telah menolak tuduhan itu dan menegaskan kembali dukungan mereka untuk Ukraina.

"Negara-negara kami menjelaskan bahwa kami semua menolak tuduhan palsu Rusia bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan bom kotor di wilayahnya sendiri," kata pernyataan ketiga negara tersebut.

“Dunia akan melihat melalui upaya apa pun untuk menggunakan tuduhan ini sebagai dalih untuk eskalasi,” tambah pernyataan itu.

Kementerian pertahanan Rusia menyatakan tujuan serangan bom kotor oleh Ukraina akan menyalahkan kontaminasi radioaktif yang dihasilkan pada Rusia.

Namun Kepala Staf Pertahanan Inggris, Tony Radakin kembali menolak isu yang digaungkan Rusia itu dalam panggilan telepon dengan Kepala Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov. Kemudian Gerasimov juga berbicara dengan ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Mark Milley.

"Tujuan dari provokasi adalah untuk menuduh Rusia menggunakan senjata pemusnah massal di teater militer Ukraina dan dengan cara itu meluncurkan kampanye anti-Rusia yang kuat di dunia," katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan pasukannya. bekerja dalam kondisi kontaminasi radioaktif. Sementara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky sebagai upaya Rusia untuk meningkatkan retorika dan berpotensi menjadi dasar untuk semacam serangan bendera palsu.

Kepala Intelijen Militer Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan pasukan Rusia bersiap untuk mempertahankan kota Kherson, bukan mundur. "Mereka menciptakan ilusi bahwa semuanya hilang. Namun pada saat yang sama mereka memindahkan unit militer baru dan bersiap untuk mempertahankan jalan-jalan Kherson,” katanya.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan di Facebook bahwa pasukan Rusia telah meluncurkan tiga serangan rudal dan tujuh serangan udara di seluruh Ukraina yang merusak infrastruktur di daerah yang diperebutkan di wilayah Donetsk di timur dan di wilayah Kharkiv.

Sekitar 10 kota diserang di wilayah Zaporizhia di Ukraina tengah, katanya, seperti halnya delapan kota di front selatan. Kyiv juga menuduh Rusia dengan sengaja menunda kedatangan lebih dari 165 kapal kargo dari Turki menuju pelabuhan Ukraina untuk memuat biji-bijian.

Inspektur Rusia telah secara signifikan memperpanjang inspeksi kapal. Akibatnya, lebih dari 165 kapal terjebak dalam antrian di dekat Selat Bosphorus dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan "Ukraina memiliki alasan untuk percaya bahwa penundaan inspeksi Rusia terhadap kapal inisiatif gandum bermotif politik,” tambahnya. (Aljazeera/OL-13)

Baca Juga: Dunia Cemaskan Ukraina Gunakan Bom Kotor

Baca Juga

AFP/OZAN KOSE

Update Gempa Turki dan Suriah, Korban Tewas Jadi 11.000 Orang

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 08 Februari 2023, 20:30 WIB
Kondisi WNI di Suriah relatif lebih aman jika dibandingkan dengan Turki. Pasalnya tidak terdapat laporan adanya korban dari gempa yang...
AFP

KBRI Ankara Evakuasi 123 WNI, Dua WNI Belum Ditemukan

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 08 Februari 2023, 18:30 WIB
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara telah mengevakuasi 123 warga negara Indonesia (WNI) dari wilayah yang menjadi pusat...
AFP

Presiden Erdogan Siap Pimpin Upaya Evakuasi di Pusat Gempa

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 08 Februari 2023, 18:29 WIB
Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menetapkan keadaan darurat selama 3 bulan di 10 provinsi wilayah Turki, agar operasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya