Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

India Tangkap Kaki Tangan Pelaku Bom Bunuh Diri di Delhi

Ferdian Ananda Majni
17/11/2025 09:50
India Tangkap Kaki Tangan Pelaku Bom Bunuh Diri di Delhi
Tentara India.(Al Jazeera)

PIHAK berwenang India pada Minggu (16/11) menyatakan bahwa ledakan mobil mematikan di New Delhi awal pekan ini merupakan aksi teror yang dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri disertai pengumuman penangkapan seorang kaki tangannya.

Badan Investigasi Nasional (NIA), lembaga penegak hukum antiteror India, mengungkapkan bahwa pelaku utama dan seorang tersangka lain berasal dari Kashmir yang dikelola India. Wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir menjadi target penggerebekan besar-besaran oleh pihak keamanan.

Dalam pernyataannya, NIA menyebut penangkapan Amir Rashid Ali, yang namanya tercantum pada mobil yang terlibat dalam serangan itu, sebagai terobosan dalam penyelidikan.

Ali disebut telah berkonspirasi dengan tersangka pelaku bom bunuh diri, Umar Un Nabi, untuk melancarkan serangan teror, meski badan tersebut tidak menjelaskan lebih jauh mengenai dugaan motif. 

Menurut NIA, Nabi merupakan asisten profesor kedokteran umum di satu universitas di Haryana. Mobil miliknya telah disita sebagai bagian dari penyelidikan.

NIA menambahkan bahwa Ali pergi ke New Delhi untuk memfasilitasi pembelian mobil yang akhirnya digunakan sebagai alat peledak rakitan yang dibawa kendaraan untuk memicu ledakan.

Ledakan tersebut terjadi Senin lalu di dekat stasiun metro yang ramai, tak jauh dari Benteng Merah di kawasan Old Delhi, lokasi Perdana Menteri biasanya menyampaikan pidato Hari Kemerdekaan.

Seorang pejabat rumah sakit melaporkan bahwa 12 orang meninggal akibat ledakan itu, meski belum jelas apakah Nabi termasuk di antara korban. 

Sementara itu, NIA menyatakan bahwa serangan tersebut merenggut 10 nyawa tak berdosa dan melukai 32 lain.

Perdana Menteri Narendra Modi mengecam insiden itu sebagai konspirasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan membawa para pelaku, kolaborator, dan sponsor mereka ke pengadilan.

Ledakan ini menjadi insiden keamanan paling serius sejak 22 April, ketika 26 warga sipil tewas dalam serangan di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir yang dikelola India, yang memicu ketegangan baru dengan Pakistan.

Ketegangan India-Pakistan terkait Kashmir terus berlangsung sejak wilayah Himalaya tersebut dibagi pada 1947, dengan kedua negara mengeklaim kepemilikan penuh.

Pada Jumat sebelumnya, sembilan orang tewas akibat ledakan bahan peledak sitaan di kantor polisi di Kashmir yang dikelola India. Pihak berwenang menyebutnya sebagai kecelakaan, meskipun media lokal melaporkan bahwa kelompok militan mengaku bertanggung jawab.

Bahan peledak tersebut ditemukan di negara bagian Haryana sesaat sebelum terjadinya ledakan dahsyat di Delhi. Media India melaporkan bahwa insiden Delhi berkaitan dengan serangkaian penangkapan yang dilakukan hanya beberapa jam sebelumnya.

Polisi menyatakan bahwa para tersangka yang ditangkap memiliki hubungan dengan Jaish-e-Mohammed (JeM), kelompok berbasis di Pakistan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, serta jaringan terkait di Kashmir. Adapun kelompok yang mengeklaim bertanggung jawab atas ledakan di kantor polisi disebut memiliki kedekatan dengan JeM. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik