Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Volodymyr Zelensky mengutuk referendum yang dipentaskan Rusia di empat wilayah pendudukan Ukraina yang melaporkan mayoritas besar mendukung bergabung dengan Rusia sebagai "lelucon”.
Hasil referendum datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat atas dugaan sabotase dua pipa gas Laut Baltik antara Rusia dan Eropa.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan dia bermaksud untuk menjatuhkan sanksi baru atas referendum "palsu" Rusia di wilayah pendudukan Ukraina.
"Kanada tidak dan tidak akan pernah mengakui hasil referendum palsu ini atau upaya aneksasi ilegal Rusia atas wilayah Ukraina," kata Trudeau dalam sebuah pernyataan.
Sabotase adalah penyebab paling mungkin kebocoran di dua pipa gas Laut Baltik antara Rusia dan Eropa, kata para pemimpin Eropa Selasa, setelah seismolog melaporkan ledakan di sekitar pipa Nord Stream.
Para pemimpin dan pakar Eropa mengutip kemungkinan campur tangan yang disengaja dengan jaringan pipa di tengah pertikaian energi dengan Rusia yang dipicu oleh perang di Ukraina. Baik pipa Nord Stream saat ini memasok energi ke Eropa.
Ketua Uni Eropa Ursula Von der Leyen mengatakan "sabotase" menyebabkan kebocoran. Dia mengancam respons sekuat mungkin terhadap gangguan yang disengaja terhadap infrastruktur energi Eropa.
Denmark mengatakan sebelumnya bahwa mereka percaya tindakan yang disengaja oleh pelaku tak dikenal berada di balik kebocoran besar di dua pipa gas alam yang mengalir di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman.
Ukraina akan membela warganya di wilayah-wilayah yang menurut pihak berwenang Rusia memilih untuk bergabung dengan Rusia, kata Presiden Volodymyr Zelensky, Selasa.
"Kami akan bertindak untuk melindungi rakyat kami: baik di wilayah Kherson, di wilayah Zaporizhia, di Donbas, di wilayah yang saat ini diduduki di wilayah Kharkiv dan di Krimea," katanya dalam sebuah video yang diposting di Telegram.
"Lelucon di wilayah pendudukan ini bahkan tidak bisa disebut tiruan dari referendum” pungkasnya. (AFP/OL-12)
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved