Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin memutuskan penambahan pasukan sebanyak 300 ribu orang. Dektrit ini ditandatangani Putin sehari setelah empat wilayah yang diduduki Rusia di Ukraina, merencanakan referendum pada 23-27 September.
"Saya menilai sudah keharusan untuk mendukung proposal Kementerian Pertahanan dan Staf Umum untuk melakukan mobilisasi parsial di Federasi Rusia," ungkap Putin dalam pidato kenegaraannya.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan dilakukan melalui program wajib militer. Namun, hanya warga sipil Rusia berkualifikasi, yang dapat mengikuti program yang telah disahkan otoritas melalui sebuah dektrit.
Baca juga: Lawatan Perdana, PM Inggris Janjikan Bantuan untuk Ukraina
"Kami membicarakan mobilisasi parsial. Warga yang menjadi cadangan, akan dikerahkan untuk wajib militer. Lalu, orang-orang yang sempat bekerja dalam angkatan bersenjata, serta memiliki spesialisasi militer dan pengalaman yang relevan," imbuhnya.
Adapun sejumlah wilayah yang diduduki Rusia di Ukraina dan merencanakan referendum dalam waktu dekat, yakni Luhansk, Kherson, sebagian area Zaporizhzhia dan Donetsk. Sejumlah negara Barat, seperti Amerika Serikat (AS), dengan tegas mengecam rencana Rusia.
Lalu, Menteri Luar Negeri Inggris Gillian Keegan menilai dekrit oleh otoritas Rusia merupakan sebuah ancaman yang harus disikapi dunia secara serius.
Baca juga: Jelang Pemilu, Biden Ingin Larang Politik Uang
"Jelas itu sesuatu yang harus kita anggap sangat serius. Anda tahu, kita tidak memegang kendali. Saya juga tidak yakin dia memegang kendali, sungguh. Ini jelas merupakan eskalasi," tutur Keegan.
Menurut dia, dekrit tersebut sangat mengerikan di tengah upaya dunia membangun perdamaian di Ukraina. Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, mengatakan kebijakan terbaru Putin bagian dari upaya untuk menutupi kesalahannya.
"Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha mengalihkan kesalahan, karena memulai perang yang tidak beralasan dan situasi ekonomi Rusia yang memburuk ke Barat," cetusnya.(AFP/OL-11)
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya peran satuan-satuan tempur sebagai fondasi utama kekuatan pertahanan nasional.
PRESIDEN Xi Jinping melakukan penyelidikan antikorupsi terhadap sejumlah petinggi militer, termasuk Jenderal senior Zhang Youxia, untuk memperkuat profesionalisme angkatan bersenjata.
Korban tewas protes Iran lampaui 5.100 jiwa. AS kirim armada tempur USS Abraham Lincoln saat militer Iran siaga tempur.
Nama pejabat dimaksud tidak disebutkan karena mereka tidak mendapat wewenang membahas rencana tersebut.
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Analisis invasi AS ke Venezuela: Trump tangkap Maduro demi kendali minyak dan wilayah strategis. Kebangkitan Doktrin Monroe picu ketegangan global dan protes domestik.
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved