Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Robert Mardini, menyerukan penghentian semua operasi militer di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaphorizhzhia, Ukraina, yang dikuasai Rusia.
Menurut dia, serangan militer terhadap fasilitas tersebut dapat menyebabkan bencana bagi dunia. "Kesalahan perhitungan sekecil apa pun dapat memicu kehancuran yang akan kita sesali selama beberapa dekade," katanya.
Ia juga memperingatkan konsekuensi dari serangan itu bisa menjadi bencana bagi Ukraina, Rusia, dan penduduk di sekitarnya. "Sudah saatnya untuk berhenti bermain api dan sebagai gantinya mengambil tindakan nyata untuk melindungi fasilitas ini dan fasilitas lain seperti itu dari operasi militer apa pun," tambah Mardini.
Terpisah, Tim Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tiba di Kota Zaporizhzhia, Ukraina selatan, pada Rabu (31/8). Mereka menjalankan misi untuk mencegah kecelakaan nuklir.
"Ini adalah misi yang berusaha untuk mencegah kecelakaan nuklir," kata Ketua IAEA, Rafael Grossi.
Baca juga: Rusia Pastikan Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia Terkendali
Grossi bersama anggota mencapai kota 55 kilometer dari pabrik. Mereka kemungkinan akan bermalam sebelum tiba di fasilitas pada Kamis (1/9). Rusia menyambut baik niat IAEA untuk mendirikan misi permanen di pabrik tersebut.
Namun, kepala pemerintahan Rusia di daerah itu, Yevgeny Balitsky, mengatakan pemeriksaan IAEA harus dilakukan hanya dalam satu hari.
"Jika kami dapat membangun kehadiran permanen, atau kehadiran berkelanjutan, maka itu akan diperpanjang. Tetapi segmen pertama ini akan memakan waktu beberapa hari," kata Grossi.
PLTN itu menjadi yang terbesar di Eropa yang dijalankan oleh tenaga kerja Ukraina untuk memasok 20% listrik negara itu. Kiev mengatakan, Moskow telah menggunakan pabrik itu sebagai perisai untuk menyerang kota-kota besar dan kecil.
Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa tingkat radiasi di pabrik itu normal. Moskow balik menuduh Ukraina menembaki pabrik itu untuk mencoba menimbulkan kemarahan internasional yang diharapkan Kiev akan menghasilkan zona demiliterisasi. (Aljazeera/OL-16)
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved