Kamis 18 Agustus 2022, 17:23 WIB

Mengaku Keliru, Kuasa Hukum Najib Razak Cabut Permohonan Banding

Cahya Mulyana | Internasional
Mengaku Keliru, Kuasa Hukum Najib Razak Cabut Permohonan Banding

AFP
Mantan PM Malaysia Najib Razak melambaikan tangan ke arah pewarta.

 

KUASA Hukum Najib Razak, Hisyam Teh Poh Teik, mengejutkan persidangan di Pengadilan Banding Putrajaya, Malaysia. Dirinya mengaku keliru telah mengajukan banding dan menerima putusan hukuman 12 tahun penjara pada Juli 2020 atas kliennya.

"Saya ingin mengajukan permintaan maaf terdalam dari lubuk hati saya. Saya tidak dapat melanjutkan banding ini," ungkap Hisyam.

Menurutnya, permohonan banding atas putusan Pengadilan Tinggi Malaysia diajukan tanpa landasan yang kuat. Dengan demikian, pihaknya tidak menginginkan banding dilanjutkan.

Baca juga: Najib Razak Dijatuhi Vonis 12 tahun Penjara, Denda Rp718 miliar

"Itu adalah kesalahan penilaian saya, ketika saya menerima kasus ini," imbuh Hisyam.

Awalnya, Hisyam mengajukan banding karena keberatan dengan vonis 12 tahun penjara terhadap klinennya pada Juli 2020. Najib Razak dinyatakan bersalah dan terbukti melakukan korupsi proyek 1MDB (1Malaysia Development Berhad).

Sebelumnya, Pengadilan Federal menolak permohonan Najib Razak untuk persidangan ulang, sehingga diadakan sesi banding. Pernyataan Hisyam itu pun mengejutkan majelis hakim yang terdiri dari lima hakim anggota.

Baca juga: Bacakan Pembelaan 243 Halaman, Najib Tegaskan tak Bersalah

Ketua Hakim Tengku Maimun Tuan Mat mengatakan kepada Hisyam Teh Poh Teik, bahwa dirinya tidak bisa melepaskan banding begitu saja. "Anda membiarkan klien Anda tidak terwakili? Dalam pikiran kami, Anda tidak dapat melepaskan diri sendiri. Anda harus melanjutkannya," pungkasnya.

Najib Razak dan partai UMNO-nya yang saat ini berkuasa, kalah dalam pemilu 2018. Itu menyusul tuduhan keterlibatan dalam skandal multi-miliar dolar di dana negara 1MDB. Najib dan kolega dituding melakukan korupsi dana miliaran dolar AS dari proyek investasi negara. Serta, menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadi.(AFP/OL-11)

Baca Juga

AFP

Terdampak Inflasi, Masyarakat Kanada Berburu Kupon

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 September 2022, 16:05 WIB
GELOMBANG inflasi menerjang Kanada. Harga kebutuhan pokok naik hingga 11% atau tertinggi sejak 1981 yang membuat masyarakatnya memangkas...
AFP

Jaringan Pipa Gas Nord Stream Disabotase, Eropa Tingkatkan Keamanan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 29 September 2022, 15:19 WIB
Kebocoran jaringan gas Nord Stream mengakibatkan kenaikan harga gas alam. Sebelumnya, Rusia diketahui membatasi secara tajam...
Manan VATSYAYANA / AFP

Hukuman Aung San Suu Kyi Kembali Bertambah

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 September 2022, 15:01 WIB
Awal bulan ini, pengadilan junta Myanmar menjatuhkan vonis terhadap Aung San Suu Kyi dengan tiga tahun penjara karena dugaan kecurangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya