Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Seniman Ernest Zacharevic Gugat AirAsia Terkait Hak Cipta Mural Ikonik 'Children on a Bicycle'

Thalatie K Yani
11/2/2026 09:23
Seniman Ernest Zacharevic Gugat AirAsia Terkait Hak Cipta Mural Ikonik 'Children on a Bicycle'
Children on a Bicycle(Ernest Zacharevic)

SENIMAN asal Lithuania yang menetap di Penang, Malaysia, Ernest Zacharevic, resmi mengajukan gugatan hukum terhadap maskapai bertarif rendah AirAsia dan induk perusahaannya, Capital A Berhad. Gugatan ini dilayangkan atas dugaan penggunaan karya seni tanpa izin untuk kepentingan branding korporat.

Dalam gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada Senin (9/2), Zacharevic menuduh AirAsia menggunakan reproduksi mural jalanan ikoniknya tahun 2012, Children on a Bicycle, pada badan pesawat antara Oktober hingga November 2024. Karya asli tersebut merupakan instalasi interaktif di George Town, Penang, yang menampilkan dua anak tertawa di atas sepeda asli yang menempel di dinding.

"Hal ini dilakukan tanpa persetujuan, otorisasi, atau pengaturan lisensi dari saya," tegas Zacharevic.

Pelanggaran Berulang Sejak 2016 

Berdasarkan dokumen pengadilan, AirAsia diduga telah mengakui penggunaan tidak sah tersebut dan menghapus materi yang dipermasalahkan pada Desember 2024. Namun, Zacharevic mengungkapkan ini bukan pertama kalinya maskapai tersebut mengeksploitasi karyanya untuk kepentingan komersial.

Catatan pengadilan menunjukkan pada 2016, AirAsia menggunakan karya Zacharevic dalam kampanye promosi rute Penang-Yangon tanpa sepengetahuannya. Selain itu, pada 2021, divisi pengiriman makanan AirAsia diduga menyunting foto mural Children on a Bicycle dengan menambahkan gambar tas pengiriman makanan dan logo perusahaan di atas sepeda dalam mural tersebut.

Padahal, tahun 2017, kedua belah pihak sempat terlibat negosiasi mengenai rencana komisi seni di pesawat dan kantor perusahaan. Zacharevic mengklaim saat itu maskapai sudah sepenuhnya memahami tarif standar bisnis serta syarat lisensi karyanya.

Memperjuangkan Hak Moral Seniman 

Melalui gugatan ini, Zacharevic meminta pengadilan untuk memutuskan isu terkait pelanggaran hak cipta, termasuk hak moral dan gangguan melawan hukum terhadap kepentingan bisnisnya. Bagi Zacharevic, mural tersebut bukan sekadar gambar biasa di ruang publik, melainkan hasil kerja keras profesional.

"Karya seni yang dipersoalkan adalah kreasi artistik yang berbeda. Ini bukan fitur alami atau generik, melainkan hasil dari pelatihan profesional, keterampilan, dan tenaga kerja selama bertahun-tahun," ujar Zacharevic dalam pernyataannya.

Hingga saat ini, pihak Pengadilan Tinggi belum mengeluarkan temuan atau putusan resmi. Sementara itu, pihak AirAsia belum memberikan komentar resmi terkait gugatan yang sedang berlangsung ini.

Ernest Zacharevic dikenal luas melalui proyek seni publiknya di Amerika Serikat, Eropa, dan Singapura yang sering mengangkat isu lingkungan dan sosial melalui perpaduan lukisan mural serta instalasi patung. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya