Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Pertahanan Rusia menyalahkan penyabotase atas ledakan di gudang militer di Krimea utara. Atas kejadian yang Moskow mengevakuasi lebih dari 3.000 orang.
Media pemerintah Rusia TASS melaporkan ledakan terjadi Selasa (16/8) yang mengguncang fasilitas penyimpanan amunisi di dekat desa Mayskoye dan mengganggu layanan kereta api dan pasokan listrik. Dua orang terluka akibat insiden ini.
Surat kabar Rusia Kommersant juga melaporkan ledakan disebabkan tindakan sabotase di pangkalan udara militer, Gvardeyskoye. Insiden tersebut menyusul serangkaian ledakan pekan lalu di pangkalan udara yang dioperasikan Rusia di Krimea yang telah diisyaratkan oleh pejabat Ukraina sebagai bagian dari semacam operasi khusus.
Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan bahwa infrastruktur sipil telah rusak sebagai akibat dari sabotase. Itu menjadi pengakuan langka bahwa kelompok-kelompok bersenjata yang setia kepada Ukraina menimbulkan kerugian pada logistik militer dan jalur pasokan di dalam wilayah yang dicaplok Rusia.
Perwakilan senior Moskow di wilayah tersebut, Sergei Aksyonov, membenarkan bahwa dua orang terluka dalam ledakan di gudang amunisi, lalu lintas kereta api dihentikan, dan ribuan orang dievakuasi dari desa-desa terdekat.
Aksyonov tidak menjelaskan penyebab ledakan terbaru di Krimea, wilayah yang digunakan Moskow sebagai jalur pasokan untuk perangnya di Ukraina. Pekan lalu, ledakan di pangkalan udara militer di pantai barat Krimea menyebabkan kerusakan parah dan menghancurkan beberapa pesawat perang Rusia.
Moskow menyebut itu kecelakaan, meskipun ledakan simultan meninggalkan kawah terlihat dari luar angkasa. Dalam ledakan terbaru, sebuah gardu listrik juga terbakar di dekat kota Dzhankoi, menurut rekaman di TV pemerintah Rusia.
Kantor berita Rusia RIA mengatakan tujuh kereta penumpang telah ditunda dan lalu lintas kereta api di sebagian jalur di Krimea utara telah ditangguhkan. Gangguan pada jalur kereta api dapat mengganggu kemampuan Moskow untuk mendukung pasukan di Ukraina dengan perangkat keras militer.
Distrik tempat ledakan terjadi, Dzhankoi, berada di utara semenanjung, sekitar 50 kilometer (30 mil) dari wilayah Kherson yang dikuasai Rusia di Ukraina selatan. Kyiv baru-baru ini melakukan serangkaian serangan di berbagai lokasi di wilayah tersebut, mengenai rute pasokan untuk militer Rusia di sana dan depot amunisi.
Semenanjung Krimea Ukraina belum secara resmi mengkonfirmasi atau menyangkal bertanggung jawab atas ledakan di Krimea, meskipun para pejabatnya secara terbuka mendukung insiden di wilayah yang, hingga pekan lalu, tampak aman dalam cengkeraman Moskow dan di luar jangkauan serangan Ukraina.
Dua pejabat senior Ukraina menyampaikan sukacita di Twitter atas ledakan di Krimea. Salah satunya, Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak.
Dia mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan Ukraina. “(Pagi) di dekat Dzhankoi dimulai dengan ledakan,” tulis Podolyak.
Anton Gerashchenko, penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, mengatakan Krimea adalah tempat wisata ketika Ukraina mengendalikannya. Tetapi wilayah itu berubah menjadi zona perang sejak berada di bawah pendudukan Rusia. (Aljazeera/OL-12)
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Rusia tidak menunjukkan itikad untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Kecemasan akan aksi militer sudah berbulan-bulan menghantui warga Venezuela sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengerahkan armada laut besar ke Karibia.
Peta diplomasi penyelesaian konflik Ukraina-Rusia semakin rumit, dengan Eropa ingin terlibat, Amerika Serikat ingin memimpin, dan Rusia mencari legitimasi.
Protes yang diselenggarakan oleh partai Sahra Wagenknecht Alliance Reason and Justice (BSW) tersebut berlangsung di Gerbang Brandenburg.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
Kepala Negara mengingatkan bahwa meskipun Indonesia tidak menyukai perang, realitas menunjukkan konflik bersenjata terjadi di berbagai belahan dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved