Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
UKRAINA membantah tudingan Rusia soal sabotase di pangkalan udara Saki, Krimea. Kyiv menuduh balik Moskow yang gagal menjaga amunisi segi meledak yang mengakibatkan satu tewas dan delapan orang terluka.
"Tentu saja tidak (mau bertanggung jawab). Apa yang harus kita lakukan dengan ini?” Dia menambahkan: “Orang-orang yang hidup di bawah pendudukan memahami bahwa pendudukan akan segera berakhir," kata Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak.
Menurut dia pangkalan udara Saki telah digunakan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia untuk menyerang daerah-daerah di selatan Ukraina.
Krimea berbatasan dengan wilayah Ukraina selatan Kherson, yang sekarang diduduki oleh Moskow.
"Ledakan itu karena ketidakmampuan Rusia menjaga bahan peledak sebagai kemungkinan penyebab ledakan," tegasnya.
Baca juga: Lagi, AS Gelontorkan Bantuan Keamanan untuk Ukraina
Kantor berita Reuters mengutip para saksi yang mengatakan mereka telah mendengar 12 ledakan pada Selasa (9/8), sekitar pukul 15:20 waktu setempat dari pangkalan dekat Novofedorivka itu.
Video yang belum diverifikasi yang diposting di jejaring sosial menunjukkan orang-orang yang berjemur melarikan diri dari pantai terdekat ketika awan asap besar dari ledakan naik di cakrawala.
Departemen Kesehatan Krimea mengatakan satu warga sipil tewas dan delapan orang lainnya terluka. Daerah itu ditutup sejauh radius lima kilometer (tiga mil).
Zelensky dalam video hariannya tidak secara langsung menyebutkan ledakan itu. Tetapi dia mengatakan banyak pihak memperhatikan Krimea.
"Kami tidak akan pernah menyerah ... wilayah Laut Hitam tidak bisa aman sementara Krimea diduduki," katanya.
Ia menegaskan kembali posisi Kyiv bahwa Krimea harus dikembalikan ke Ukraina.
Jika pangkalan itu, pada kenyataannya, diserang oleh Ukraina, itu akan menandai serangan besar pertama yang diketahui di situs militer Rusia di Semenanjung Krimea dan eskalasi konflik yang signifikan.
Markas Armada Laut Hitam Rusia di pelabuhan Sevastopol, Krimea, dilanda ledakan skala kecil yang dikirim oleh pesawat tak berawak darurat bulan lalu oleh Ukraina.
Para pejabat di Moskow telah lama memperingatkan Ukraina bahwa setiap serangan terhadap Krimea akan memicu pembalasan besar-besaran, termasuk serangan terhadap pusat pengambilan keputusan di Kyiv.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan ledakan terjadi di beberapa gudang amunisi penerbangan. Akibat ledakan di pangkalan udara yang berada di pantai barat semenanjung itu menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya.
"Sebelum ledakan tidak ada serangan. Tapi ledakan tidak menyebabkan adanya peralatan penerbangan yang rusak," ungkap kementerian itu. (Aljazeera/Cah/OL-09)
PRESIDEN Xi Jinping melakukan penyelidikan antikorupsi terhadap sejumlah petinggi militer, termasuk Jenderal senior Zhang Youxia, untuk memperkuat profesionalisme angkatan bersenjata.
Korban tewas protes Iran lampaui 5.100 jiwa. AS kirim armada tempur USS Abraham Lincoln saat militer Iran siaga tempur.
Nama pejabat dimaksud tidak disebutkan karena mereka tidak mendapat wewenang membahas rencana tersebut.
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Analisis invasi AS ke Venezuela: Trump tangkap Maduro demi kendali minyak dan wilayah strategis. Kebangkitan Doktrin Monroe picu ketegangan global dan protes domestik.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved