Rabu 10 Agustus 2022, 08:51 WIB

Ukraina Bantah Sabotase Pangkalan Udara Rusia di Krimea

Cahya Mulyana | Internasional
 

UKRAINA membantah tudingan Rusia soal sabotase di pangkalan udara Saki, Krimea. Kyiv menuduh balik Moskow yang gagal menjaga amunisi segi meledak yang mengakibatkan satu tewas dan delapan orang terluka.

"Tentu saja tidak (mau bertanggung jawab). Apa yang harus kita lakukan dengan ini?” Dia menambahkan: “Orang-orang yang hidup di bawah pendudukan memahami bahwa pendudukan akan segera berakhir," kata Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak.

Menurut dia pangkalan udara Saki telah digunakan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia untuk menyerang daerah-daerah di selatan Ukraina.

Krimea berbatasan dengan wilayah Ukraina selatan Kherson, yang sekarang diduduki oleh Moskow.

"Ledakan itu karena ketidakmampuan Rusia menjaga bahan peledak sebagai kemungkinan penyebab ledakan," tegasnya.

Baca juga: Lagi, AS Gelontorkan Bantuan Keamanan untuk Ukraina

Kantor berita Reuters mengutip para saksi yang mengatakan mereka telah mendengar 12 ledakan pada Selasa (9/8), sekitar pukul 15:20 waktu setempat dari pangkalan dekat Novofedorivka itu.

Video yang belum diverifikasi yang diposting di jejaring sosial menunjukkan orang-orang yang berjemur melarikan diri dari pantai terdekat ketika awan asap besar dari ledakan naik di cakrawala.

Departemen Kesehatan Krimea mengatakan satu warga sipil tewas dan delapan orang lainnya terluka. Daerah itu ditutup sejauh radius lima kilometer (tiga mil).

Zelensky dalam video hariannya tidak secara langsung menyebutkan ledakan itu. Tetapi dia mengatakan banyak pihak memperhatikan Krimea.

"Kami tidak akan pernah menyerah ... wilayah Laut Hitam tidak bisa aman sementara Krimea diduduki," katanya.

Ia menegaskan kembali posisi Kyiv bahwa Krimea harus dikembalikan ke Ukraina.

Jika pangkalan itu, pada kenyataannya, diserang oleh Ukraina, itu akan menandai serangan besar pertama yang diketahui di situs militer Rusia di Semenanjung Krimea dan eskalasi konflik yang signifikan.

Markas Armada Laut Hitam Rusia di pelabuhan Sevastopol, Krimea, dilanda ledakan skala kecil yang dikirim oleh pesawat tak berawak darurat bulan lalu oleh Ukraina.

Para pejabat di Moskow telah lama memperingatkan Ukraina bahwa setiap serangan terhadap Krimea akan memicu pembalasan besar-besaran, termasuk serangan terhadap pusat pengambilan keputusan di Kyiv.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan ledakan terjadi di beberapa gudang amunisi penerbangan. Akibat ledakan di pangkalan udara yang berada di pantai barat semenanjung itu menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya.

"Sebelum ledakan tidak ada serangan. Tapi ledakan tidak menyebabkan adanya peralatan penerbangan yang rusak," ungkap kementerian itu. (Aljazeera/Cah/OL-09)

Baca Juga

AFP/Ricardo ARDUENGO

Korban Tewas Badai Ian 54 Orang dan Bawa Kapal ke Parkir Mobil

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 19:02 WIB
Jembatan ke Pulau Pine, pulau penghalang terbesar di lepas Pantai Teluk Florida hancur oleh badai sehingga hanya dapat diakses dengan...
AFP

Inggris Sampaikan Belasungkawa atas Tragedi Kanjuruhan

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 16:06 WIB
Tingginya angka kematian dalam tragedi ini, disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia, menyita perhatian...
AFP

Badai Ian Hempaskan 31 Nyawa

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 14:15 WIB
Kekuatan badai ini telah melemah dan level menjadu topan pasca-tropis yang bergerak melintasi Carolina Utara tengah pada Sabtu (1/10)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya