Selasa 02 Agustus 2022, 16:11 WIB

Menlu Retno Ungkap Curhatan WNI Soal Paksaan Menipu Anak Bangsa

Irvan Sihombing | Internasional
Menlu Retno Ungkap Curhatan WNI Soal Paksaan Menipu Anak Bangsa

Dok Kemenlu
Pertemuan Menlu Retno Marsudi dengan WNI korban penyekapan di Kamboja

 

PERSOALAN tindak pidana perdagangan orang (TPPO) harus dicegah dan jangan terulang lagi. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan upaya pencegahan harus benar-benar dikedepankan.

Ia telah bertemu dengan 20 orang perwakilan Warga Negara Indonesia (WNI) korban penipuan perusahaan scam online asal Tiongkok di Kamboja. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam di KBRI Phnom Phen, Selasa (2/8). Salah seorang korban berinisial K bercerita kepada Retno, dirinya dipaksa untuk menipu sesama orang Indonesia.

"Mereka adalah korban penipuan, pekerjaan yang dijanjikan tidak sama dengan yang dialami. Ada seorang ibu yang mengaku tidak mau melakukan pekerjaan karena bagaimana mungkin mereka diminta untuk menipu saudara-saudaranya sendiri yang ada di Indonesia," kata Retno usai bertemu dengan para korban.

Selain masalah penipuan, perwakilan korban juga menceritakan mereka akan diperjualbelikan ke perusahaan lain jika tidak mampu memenuhi target scam online. Salah seorang perwakilan korban juga bercerita dirinya dipaksa membayar ke perusahaan uang US$3.000 sebagai ganti rugi kalau ingin dilepaskan ke Indonesia.

"Teman-teman tadi juga mendengar bagaimana mereka diperdagangkan di antara perusahaan-perusahaan. Akan ada tindak lanjut segera police to police, sebentar lagi tim teknis kita (Kementerian Luar Negeri) akan merapat dengan tim teknis Kepolisian untuk menindaklanjuti beberapa hal yang kita bahas tadi," tutur Retno.

Baca juga:  Puluhan WNI Disekap di Kamboja Diduga Korban Penipuan

Ia menambahkan, saat ini ada 27 WNI yang terindikasi merupakan korban penyekapan seperti yang dialami 62 WNI di Sihanoukville beberapa waktu lalu. Retno mengaku sedang mengupayakan pembebasan. Bukan tidak mungkin jumlah tersebut akan bertambah.

"Kita selesaikan apa yang tersisa karena kita menerima laporan ada 27 WNI lagi. Tapi dari pendalaman jumlah 27 itu pasti lebih," ungkapnya.

Retno juga akan bertemu dengan perwakilan Kementerian Dalam Negeri Kamboja yang membawahi Imigrasi setempat. Dari pengakuan korban, mereka begitu mudah lolos masuk ke Kamboja tanpa harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu di Imigrasi di bandara.

"Saya juga akan bertemu dengan Mendagri Kamboja karena Imigrasi urusannya Kementerian Dalam Negeri mereka. Sejauh ini Kamboja memberikan kerja sama yang baik dan kita mengapresiasi kerja sama tersebut," tukasnya.

Untuk penangkapan para pelaku TPPO, lanjutnya, akan ditangani oleh pihak kepolisian.

"Itu yang sedang dibahas dengan polisi. Karena sekarang kan kita memberikan data yang kita peroleh. Ini sudah ramah aparat penegak hukum," tutupnya.(OL-5)

Baca Juga

AFP/JOEL SAGET

Salman Rushdie dan Karyanya yang Kontroversial

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 04:45 WIB
Rushdie, keturunan India beragama Islam, yang memproklamirkan dirinya sebagai “Ateis garis keras”, menjadi terkenal setelah...
AFP/Hector RETAMAL

Shanghai Perpanjang Tes Wajib Covid-19 hingga September

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 20:50 WIB
Warga yang tidak memiliki catatan tes asam nukleat dalam waktu tujuh hari akan ditandai dengan kode kuning di sistem kesehatan...
ANTARA/Irwansyah Putra

Paspor RI Ditolak di Jerman, Ini Solusi dari Ditjen Imigrasi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 19:00 WIB
Ditjen Imigrasi sejak 2019 menerbitkan paspor elektronik dan nonelektronik tanpa adanya kolom tanda tangan dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya