Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan kepada mitranya dari Israel Yair Lapid bahwa penyelidikan harus diselesaikan atas kematian jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh. Ini disampaikan Departemen Luar Negeri AS.
Dilansir dari Al Jazeera, dalam pernyataan pada Jumat (27/5) yang menggambarkan pembicaraan dengan menteri luar negeri Israel, Departemen Luar Negeri mengatakan Blinken menggarisbawahi pentingnya menyimpulkan penyelidikan atas kematian Abu Akleh yang memegang kewarganegaraan Amerika Serikat. Wartawan veteran itu dibunuh oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki awal bulan ini.
Tidak jelas penyelidikan yang dimaksud Blinken. Sebelumnya Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa mereka akan mempercayai Israel untuk melakukan penyelidikan atas pembunuhan wartawan veteran di kota Jenin, Palestina. Dalam serangkaian tweet pada Jumat, Lapid mengatakan dia berjanji kepada Blinken bahwa Israel akan berbagi hasil penyelidikannya atas pembunuhan Abu Akleh, "Dengan Amerika Serikat seperti praktik standar di antara negara-negara kita."
Militer Israel mengatakan pekan lalu bahwa mereka tidak akan membuka penyelidikan kriminal atas penembakan fatal Abu Akleh. Namun pada Senin, sejumlah media Israel mengutip pengacara top tentara Israel yang mengatakan bahwa militer melakukan segala upaya untuk menyelidiki insiden tersebut.
Pemerintahan Biden berada di bawah tekanan untuk meluncurkan penyelidikan independen yang dipimpin AS atas pembunuhan itu, termasuk dari lusinan anggota Kongres Demokrat yang menuntut penyelidikan FBI. Sementara Washington mengutuk pembunuhan Abu Akleh, juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan bahwa Israel memiliki sarana dan kemampuan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan komprehensif.
Telepon Blinken dengan Lapid pada Jumat datang sehari setelah Otoritas Palestina mengatakan hasil penyelidikannya sendiri terhadap pembunuhan jurnalis veteran itu. Hasil penyelidikan itu menunjukkan pasukan Israel dengan sengaja menembak dan membunuhnya.
Alan Fisher dari Al Jazeera, melaporkan dari Washington pada Jumat, mengatakan, "Itulah sebabnya, mengingat bahwa laporan ini dirilis lebih dari 24 jam yang lalu, bahwa Amerika sekarang menekan Israel untuk melakukan penyelidikan cepat." Fisher menambahkan, bagaimanapun, "Tidak ada tanda bahwa siapa pun di Departemen Luar Negeri atau Gedung Putih mendorong Israel untuk menerima penyelidikan FBI," seperti yang diminta oleh anggota parlemen Partai Demokrat.
Penyelidikan FBI itu, "Merupakan sesuatu yang orang Palestina dan banyak komunitas internasional akan lihat sebagai penyelidikan independen atas pembunuhan itu," katanya.
Sementara itu, jaringan media Al Jazeera menugaskan tim hukum untuk merujuk pembunuhan itu ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag. Jaringan tersebut mengatakan pada Kamis bahwa mereka membentuk koalisi internasional yang terdiri dari tim hukumnya bersama dengan para ahli internasional dan sedang mempersiapkan berkas pembunuhan Abu Akleh untuk diajukan ke jaksa ICC.
Baca juga: Pejabat Senior Israel Kunjungi Saudi, Persiapan Normalisasi Hubungan?
Awal pekan ini, kepala biro Al Jazeera Washington, DC Abderrahim Foukara, juga mendesak masyarakat internasional untuk membantu memastikan penyelidikan yang transparan dan independen atas pembunuhan Abu Akleh dan serangan oleh pasukan Israel pada pemakamannya. Polisi Israel menyerang prosesi pemakaman Abu Akleh di Jerusalem dan memukuli pengusung peti mati yang membawa peti matinya dengan tongkat dalam adegan yang memicu kemarahan lebih lanjut dan menyerukan pertanggungjawaban.
"Posisi Al Jazeera sangat jelas bahwa kehidupan Shireen Abu Akleh penting dan begitu pula penyelidikan yang transparan dan independen atas pembunuhannya dan pelanggaran serius pemakamannya oleh pasukan keamanan Israel," kata Foukara kepada Dewan Keamanan PBB selama sesi informal. (OL-14)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk pembunuhan jurnalis Al Jazeera di Gaza akibat serangan udara Israel.
AL Jazeera Media Network mengutuk keras pembunuhan yang menargetkan korespondennya, Anas Al Sharif dan tiga rekannya oleh Israel di Gaza.
Korban ditemukan masih mengenakan baju biru dan celana jeans ditemukan di dalam sumur. Korban diduga dibunuh.
Komnas HAM menemukan fakta adanya dugaan kekerasan seksual yang dialami korban dalam rentang waktu Desember 2024 sampai Januari 2025.
Brigjen Kristomei Sianturi mengatakan kasus pembunuhan seorang jurnalis perempuan bernama Juwita di Banjarbaru sedang dalam proses investigasi.
Tersangka pembakaran rumah Rico Sempurna Pasaribu, BS, pada 1982, pernah dihukum penjara selama 4 tahun 4 bulan dalam kasus pembunuhan Rusdi Ginting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved