Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskyy ingin berdiskusi langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dirinya berharap Putin segera menarik seluruh pasukannya di Ukraina dan mengakhiri perang.
"Kemungkinan berbicara langsung dengan Presiden Rusia akan bisa menentukan nasib dari perang saat ini," ujar Zelenskyy dalam dialog khusus yang menyapa Indonesia, Jumat (27/5).
"Berbicara dengan Putin menjadi salah satu upaya menghentikan perang, mendapatkan kehidupan normal, menghentikan krisis kemanusiaan dan menjaga kedaulatan," imbuhnya.
Baca juga: Zelenskyy Harap G20 Hentikan Agresi Rusia
Zelenskyy mengungkapkan bahwa sejumlah cara untuk menghentikan agresi Rusia sudah dilakukan Ukraina. Negosiasi pun tidak pernah absen, dengan Ukraina selalu hadir membawa sejumlah tawaran perdamaian.
"Kita tidak ingin berperang. Perang saat ini hanya untuk menghentikan krisis kemanusiaan dan menjaga kemerdekaan. Kita tidak ingin hidup dalam penjajahan, tetapi dalam damai dan tanpa syarat apa pun," pungkasnya.
Baca juga: Ukraina Deklarasikan Invasi Rusia sebagai Genosida
Sebanyak 5,5 juta rakyat Ukraina dikatakannya telah terusir dari rumah mereka karena serangan militer Rusia. "Semuanya menginginkan kembali ke rumah mereka. Untuk membangun puing-puing dan mengusir penjajahan Rusia," papar Zelenskyy.
Ribuan rumah bahkan telah rata dengan tanah. Lalu, sekitar 600 rumah sakit porak-poranda. Pun, ribuan fasilitas pendidikan juga dihancurkan Rusia. Kekejian ini akan dirasakan rakyat dunia, jika tindakan Rusia terus dibiarkan.
Pihaknya meminta dunia bersatu untuk menghentikan serangan Rusia di Ukraina. "Kita sudah defisit lima juta dolar, karena tidak memiliki pendapatan. Padahal dana itu dibutuhkan untuk perlindungan sosial dan gaji pensiunan," katanya.(OL-11)
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
AMERIKA Serikat memastikan perundingan lanjutan antara Ukraina dan Rusia akan kembali digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 1 Februari mendatang.
Ukraina umumkan status darurat sektor energi akibat serangan rudal Rusia di tengah musim dingin ekstrem. Presiden Zelensky bentuk satgas khusus 24 jam.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved