Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin, Jumat (13/5), mendesak gencatan senjata segera di Ukraina saat berbicara dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.
Shoigu berbicara via telepon dengan Austin atas permintaan kepala Pentagon itu selama sekitar satu jam. Itu merupakan diskusi langsung pertama mereka sejak 18 Februari, enam hari sebelum Rusia menginvasi Ukraina.
"Menhan Austin mendesak gencatan senjata segera di Ukraina dan menekankan pentingnya menjaga jalur komunikasi," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Perang di Ukraina Perburuk Perekonomian Dunia
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi panggilan tersebut. Kementerian mengatakan kedua belah pihak membahas masalah keamanan internasional saat ini, termasuk situasi di Ukraina.
Tidak ada rincian lain yang diberikan secara resmi oleh kedua belah pihak. Namun, seorang pejabat senior pertahanan AS meredam ekspektasi bahwa setiap kemajuan telah dibuat dalam situasi perang di luar pembukaan kembali jalur komunikasi penting antara Moskow dan Washington.
"Panggilan itu sendiri tidak secara khusus menyelesaikan setiap masalah akut atau mengarah pada perubahan langsung dalam apa yang dilakukan Rusia atau apa yang mereka katakan," kata pejabat itu.
Pejabat tersebut menambahkan seruan AS untuk gencatan senjata bukanlah perubahan dalam kebijakan AS terhadap perang, bahkan ketika Washington mengatakan ingin mendukung Ukraina dengan senjata dan dana dalam upaya yang lebih lama untuk melemahkan militer Rusia.
"Seruan kami untuk gencatan senjata sangat sejalan dengan apa yang sekutu dan mitra lain ingin lihat terjadi," kata pejabat itu.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, baru-baru ini, mendesak kedua pihak untuk merundingkan penyelesaian.
Pada Jumat (13/5), menurut kantor Kanselir Jerman Olaf Scholz, kanselir meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyetujui gencatan senjata dan negosiasi.
Dikatakannya, Scholz menyerukan gencatan senjata sesegera mungkin untuk memperbaiki situasi kemanusiaan dan membuat kemajuan dalam mencari solusi diplomatik untuk konflik tersebut. (AFP/OL-1)
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian desak Rusia dukung hak sah Iran di tingkat internasional pasca-serangan AS dan Israel. Simak detail diplomasi Teheran dan pembelaan hukumnya di PBB
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan akan mempertimbangkan penghentian pasokan energi Rusia ke Eropa dan mengalihkannya ke pasar Asia.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Rosatom mengatakan telah mengevakuasi hampir 100 orang dari Iran.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved