Kamis 05 Mei 2022, 08:48 WIB

Prancis-India Serukan Segera Diakhirinya Pertempuran di Ukraina

Nur Aivanni | Internasional
Prancis-India Serukan Segera Diakhirinya Pertempuran di Ukraina

AFP/STEPHANE DE SAKUTIN
Perdana Menteri India Narendra Modi (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron

 

INDIA dan Prancis menyerukan penghentian segera pertempuran di Ukraina. Hal itu disampaikan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prancis Emmanuel Macron usai mereka bertemu di Paris untuk melakukan pembicaraan dan jamuan makan malam, Rabu (4/5).

"Prancis dan India menyatakan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan dan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina," kata Modi dan Macron dalam sebuah pernyataan bersama.

"Kedua negara dengan tegas mengutuk fakta bahwa warga sipil telah terbunuh di Ukraina dan menyerukan penghentian segera pertempuran agar kedua pihak bersama-sama untuk melakukan dialog dan diplomasi, dan untuk segera mengakhiri penderitaan rakyat," lanjut mereka.

Baca juga: Lebih dari 300 Warga Ukraina Dievakuasi dari Kota Mariupol

Namun, hanya Prancis yang mengutuk agresi ilegal dan tidak dapat dibenarkan yang dilakukan pasukan Rusia terhadap Ukraina. Sementara, Modi sekali lagi berhenti mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.

Lebih lanjut, kedua negara mengatakan mereka akan menanggapi secara terkoordinasi dan multilateral terhadap risiko konflik dari invasi tersebut.

Menjelang pertemuan tersebut, kantor Macron mengatakan dia akan menekankan konsekuensi perang bagi tatanan internasional jauh di luar Uni Eropa, termasuk di Asia kepada Modi.

Prancis, tambah para pejabat, ingin membantu India mendiversifikasi pasokan mereka mulai dari senjata dan energi Rusia. Tujuannya, lanjut mereka, bukan untuk meninggalkan orang India tanpa jalan keluar, tetapi untuk menawarkan solusi.

Modi, yang sedang dalam tur Eropanya, mengatakan kepada wartawan setelah bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Berlin, Senin (2/5), bahwa tidak akan ada pemenang dalam perang tersebut dan semua orang akan kalah. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP

Serpihan Benteng Terakhir Ukraina di Mariupol Terkatung-Katung

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 18 Mei 2022, 11:40 WIB
Rusia mengatakan sebanyak 265 pejuang Ukraina telah menyerah dari benteng terakhir yang dikepung di pabrik baja...
AFP/Noel Celis

Pandemi Sebabkan Angka Pernikahan di AS Capai Titik Terendah Sejak 1963

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 18 Mei 2022, 11:00 WIB
Dengan banyak pasangan memutuskan menunda pernikahan mereka, angka pernikahan pada 2020 turun hampir 17% dibandingkan tahun...
AFP/Abir Sultan.

PM Israel Restui Ekspansi Permukiman Ilegal di Tepi Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 09:39 WIB
Israel telah membangun lebih dari 130 permukiman yang saat ini menjadi rumah bagi hampir 500.000 pemukim. Hampir 3 juta orang Palestina...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya