Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
INDIA dan Prancis menyerukan penghentian segera pertempuran di Ukraina. Hal itu disampaikan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prancis Emmanuel Macron usai mereka bertemu di Paris untuk melakukan pembicaraan dan jamuan makan malam, Rabu (4/5).
"Prancis dan India menyatakan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan dan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina," kata Modi dan Macron dalam sebuah pernyataan bersama.
"Kedua negara dengan tegas mengutuk fakta bahwa warga sipil telah terbunuh di Ukraina dan menyerukan penghentian segera pertempuran agar kedua pihak bersama-sama untuk melakukan dialog dan diplomasi, dan untuk segera mengakhiri penderitaan rakyat," lanjut mereka.
Baca juga: Lebih dari 300 Warga Ukraina Dievakuasi dari Kota Mariupol
Namun, hanya Prancis yang mengutuk agresi ilegal dan tidak dapat dibenarkan yang dilakukan pasukan Rusia terhadap Ukraina. Sementara, Modi sekali lagi berhenti mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.
Lebih lanjut, kedua negara mengatakan mereka akan menanggapi secara terkoordinasi dan multilateral terhadap risiko konflik dari invasi tersebut.
Menjelang pertemuan tersebut, kantor Macron mengatakan dia akan menekankan konsekuensi perang bagi tatanan internasional jauh di luar Uni Eropa, termasuk di Asia kepada Modi.
Prancis, tambah para pejabat, ingin membantu India mendiversifikasi pasokan mereka mulai dari senjata dan energi Rusia. Tujuannya, lanjut mereka, bukan untuk meninggalkan orang India tanpa jalan keluar, tetapi untuk menawarkan solusi.
Modi, yang sedang dalam tur Eropanya, mengatakan kepada wartawan setelah bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Berlin, Senin (2/5), bahwa tidak akan ada pemenang dalam perang tersebut dan semua orang akan kalah. (AFP/OL-1)
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Kirsty Coventry, salah satu petinggi IOC, menekankan pentingnya mengembalikan olahraga ke khitahnya sebagai ruang netral yang tidak terjamah oleh kepentingan politik praktis.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
ANGGOTA pertama kelompok yang nanti disebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilatih dalam desa terpencil di luar Paris, Prancis.
AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved