Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyerahkan laporan terkait negara-negara yang mendapatkan bantuan dan semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada Kongres AS sesuai mandat Undang-Undang Bantuan Luar Negeri tahun 1961 dan Undang-Undang Perdagangan tahun 1974.
Laporan mencakup hak-hak individu, sipil, politik, dan pekerja yang diakui secara internasional, seperti yang tertuang dalam Deklarasi Universal HAM dan kesepakatan internasional lainnya.
“Ini kedua kalinya saya turut meluncurkan laporan ini saat menjabat sebagai menteri, karena laporan ini penting bagi kebijakan luar negeri AS, penting bagi departemen penting bagi saya secara pribadi. Selama bertahun-tahun, kita melihat resesi yang mengkhawatirkan dari demokrasi, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap HAM di banyak negara di dunia. Sejak laporan ini terakhir diluncurkan, sayangnya kemunduran terus berlanjut," papar Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri AS, Sabtu (16/4).
Di beberapa tempat, kata dia, konsekuensi kemunduran terhadap perikemanusiaan sangat mencolok, seperti dalam perang brutal yang dilancarkan pemerintah Rusia terhadap Ukraina. Kebenaran ini sangat nyata dalam beberapa minggu terakhir, ketika pasukan Rusia didorong mundur dari daerah-daerah dan kota-kota yang mereka duduki.
"Kita melihat apa yang ditinggalkan oleh gelombang surut ini, tubuh-tubuh, tangan-tangan terikat, ditelantarkan di jalanan; teater, stasiun kereta api, gedung apartemen menjadi puing-puing dengan penduduk sipil di dalamnya. Kita mendengar kesaksian para perempuan dan anak perempuan yang diperkosa serta para warga sipil yang terkepung dilanda kelaparan dan mati kedinginan," ujarnya.
Untuk menanggapinya, rakyat dan pemerintah di setiap kawasan menyuarakan kecaman dan menyerukan mereka yang bertanggung jawab untuk dimintai pertanggungjawaban. Kemarahan global ini telah jelas.
Baca juga: Kompleks Al-Aqsa sebagai Situs Suci Titik Api Palestina-Israel
Dalam penghinaannya terhadap kehidupan dan martabat manusia, Kremlin telah menghidupkan kembali kepercayaan orang-orang di seluruh dunia bahwa ada hak asasi manusia yang harus dinikmati setiap orang di mana pun, dan menggarisbawahi mengapa hak-hak ini layak untuk dipertahankan.
Pada saat yang sama, masyarakat sipil, pemerintah, dan orang-orang di seluruh dunia menggarisbawahi bahwa, tragisnya, Ukraina bukan satu-satunya tempat yang mengalami pelanggaran berat. Mereka ingin komunitas internasional menyoroti pelanggaran hak asasi manusia di mana pun itu dilakukan serta mendorong urgensi yang sama untuk menghentikan pelanggaran dan meminta pertanggungjawaban para pelaku.
Amerika Serikat juga mempunyai cita-cita yang sama. Laporan ini hanyalah salah satu upaya kami untuk mencapainya. Laporan ini berisi bab-bab tersendiri membahas 200 negara dan teritorial, dan setiap bab mengetengahkan informasi faktual, objektif, dan menyeluruh terkait data hak asasi manusia yang diakui secara internasional.
"Apakah suatu negara adalah teman atau memiliki perbedaan nyata dengan kami, tolok ukur yang digunakan adalah sama," katanya.
Hal ini mencerminkan prinsip pokokHAM bersifat universal. Orang-orang dari setiap bangsa, ras, jenis kelamin, disabilitas, dan usia berhak atas hak-hak ini, terlepas dari yang diyakini. Hal ini sangat penting karena sejumlah pemerintah terus mengklaim secara keliru, bahwa hak asasi manusia perlu diterapkan berdasarkan konteks lokal.
"Secara kebetulan, banyak pemerintah seperti ini lah yang merupakan pelanggar HAM terburuk," tegasnya.
Sifat universal HAM juga berarti bahwa kita harus memastikan bahwa diri kita bertanggung jawab atas tolok ukur yang sama. Meski laporan ini melihat secara eksternal ke negara-negara di seluruh dunia, kami mengakui sejak hari pertama pemerintahan ini bahwa kami memiliki tantangan di Amerika Serikat.
"Kami mengemban tanggung jawab untuk mengatasi kekurangan ini secara serius, dan kami memahami bahwa cara untuk melakukannya penting, bersama dengan warga dan komunitas, terbuka, secara transparan tidak berusaha berpura-pura bahwa masalah tidak ada atau menyembunyikannya," paparnya.(Ant/OL-4)
Iran peringatkan AS bahwa serangan sekecil apa pun dianggap agresi. Teheran siaga penuh sambil tetap upayakan negosiasi nuklir intensif di Jenewa Kamis ini.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyebut perjanjian resiprokal tarif yang ditandatangani Indonesia dan AS justru mempunyai nilai strategis.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Rusia tidak menunjukkan itikad untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Kecemasan akan aksi militer sudah berbulan-bulan menghantui warga Venezuela sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengerahkan armada laut besar ke Karibia.
Peta diplomasi penyelesaian konflik Ukraina-Rusia semakin rumit, dengan Eropa ingin terlibat, Amerika Serikat ingin memimpin, dan Rusia mencari legitimasi.
Protes yang diselenggarakan oleh partai Sahra Wagenknecht Alliance Reason and Justice (BSW) tersebut berlangsung di Gerbang Brandenburg.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved