Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Eropa Tolak Rencana Damai Rusia-Ukraina yang Dibuat tanpa Ukraina, Eropa

Haufan Hasyim  Salengke
02/12/2025 12:04
Eropa Tolak Rencana Damai Rusia-Ukraina yang Dibuat tanpa Ukraina, Eropa
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadiri konferensi pers bersama di Istana Kepresidenan Elysee di Paris pada 1 Desember 2025.(AFP/China Daily)

PARA pemimpin Eropa kembali menunjukkan kegelisahan dan resistensi atas manuver diplomatik Amerika Serikat (AS) dan Rusia terkait konflik Ukraina.

Pada Senin (1/12), Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz serempak menolak skema penyelesaian perang yang disusun tanpa melibatkan Kiev maupun Eropa. Ini sebuah sinyal bahwa benua itu enggan menjadi penonton dalam perang yang terjadi di halaman sendiri.

Macron, setelah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Istana Elysee, menegaskan bahwa setiap rencana perdamaian tidak bisa diputuskan di luar Ukraina dan Eropa. Ia menyebut belum ada proposal final, namun memberi isyarat bahwa isu-isu seperti aset Rusia yang dibekukan, jaminan keamanan, hingga peluang keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, sepenuhnya berada dalam ranah kepentingan Eropa.

“Kesepakatan apa pun hanya dapat diselesaikan dengan melibatkan Eropa,” kata Macron.

Zelensky, yang tengah mencari dukungan menjelang pembicaraan damai berikutnya, menekankan bahwa Ukraina menginginkan penyelesaian ‘bermartabat’. Ia mengakui bahwa persoalan teritorial akan menjadi titik paling rumit, isu yang selama ini menjadi batu sandungan utama antara Kiev dan Moskow.

Di Berlin, Kanselir Jerman Friedrich Merz menggemakan nada yang sama. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, Merz menyebut Jerman menolak segala bentuk ‘perdamaian yang dipaksakan’. Ungkapan ini merujuk pada kekhawatiran Eropa bahwa tekanan diplomatik dari AS atau Rusia dapat menghasilkan kesepakatan yang mengorbankan posisi Ukraina.

“Tidak ada keputusan tentang Ukraina tanpa Ukraina dan tanpa Eropa,” ujar Merz.

Presiden Latvia Edgars Rinkevics menambahkan bahwa Eropa bukan sekadar pihak yang berkepentingan, tetapi juga harus duduk di meja perundingan. Ia mengingatkan prinsip yang harus menjadi fondasi perundingan, yaitu keutuhan wilayah, kedaulatan, dan keamanan Ukraina, tiga hal yang belakangan kerap digeser dalam negosiasi tingkat tinggi.

Utusan Khusus AS Bertemu Putin

Sementara Eropa sibuk merajut posisi bersama, Moskow dan Washington bergerak sendiri. Kremlin mengumumkan bahwa Presiden Vladimir Putin akan bertemu utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, di Moskow pada Selasa (2/12). Pertemuan itu merupakan kelanjutan dari proses penyusunan rencana perdamaian 28 poin yang diusulkan Washington dua pekan lalu.

Rencana tersebut sebelumnya dibahas dalam pertemuan di Jenewa pada 23 November, melibatkan AS, Ukraina, dan sejumlah negara Eropa dalam format terbatas. Akhir pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Witkoff kembali bertemu delegasi Ukraina di Pantai Hallandale, Florida. (Xinhua/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya