Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbeda pendapat mengenai temuan 300 mayat di Bucha, dekat Kyiv. Biden tidak sepakat dengan Zelenskiy yang menilai temuan itu merupakan bukti genosida pasukan Rusia.
Beberapa warga sipil dimakamkan di kuburan massal, yang lain ditemukan tewas di jalan dengan tangan diikat ke belakang.
"Ini adalah kejahatan perang, dan mereka akan diakui oleh dunia sebagai genosida. Anda di sini hari ini dan dapat melihat apa yang terjadi. Kami tahu ribuan orang terbunuh dan disiksa, dengan anggota badan yang terputus, wanita yang diperkosa, anak-anak yang dibunuh. Saya pikir itu lebih dari -- ini adalah genosida," kata Zelenskiy.
Baca juga: AS-Inggris akan Minta Rusia Ditangguhkan dari Dewan HAM PBB
Namun AS telah berhenti menggunakan istilah genosida karena definisi hukumnya yang berat dan banyak syarat-syaratnya. Biden mengatakan temuan di Bucha sebatas kejahatan perang.
"Bukan (genosida), saya pikir itu adalah kejahatan perang," ucap Biden.
Dia menyerukan lagi untuk penyelidikan lebih mendalam untuk proses penegakan sanksinya. Termasuk untuk menyeret dalangnya, Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Kami harus terus memberikan Ukraina senjata yang mereka butuhkan untuk melanjutkan pertempuran, dan kami harus mengumpulkan bukti untuk membawa kasus di Bucha ke pengadilan kejahatan perang," kata Biden.
"Orang ini (Putin) brutal dan apa yang terjadi dengan Bucha keterlaluan, dan semua orang melihatnya," tambahnya.
Biden mengaku akan meminta sanksi baru untuk Rusia. Namun belum dijelaskan kategori masuk sanksi ekonomi atau politik.
Selain di Bucha terdapat kejadian serupa di kota-kota lain di luar Kyiv. "Laporan yang dapat dipercaya tentang penyiksaan, pemerkosaan, dan warga sipil yang dieksekusi bersama keluarga mereka," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.
Namun Kremlin menuduh temuan di Bucha hasil karya dan rekayasa Ukraina untuk menyudutkan pihaknya.
Sementara Sullivan mengatakan genosida ialah upaya untuk menghancurkan, seluruhnya atau sebagian, kelompok nasional, etnis, ras, atau agama.
"Tingkat kekejaman Rusia, pembunuhan, aktivitas yang disengaja yang naik dapat memperkaya pemaknaan genosida," kata Sullivan.(ABCNEWS/Cash/OL-09)
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka di bawah pengawasan AS dan Iran.
Hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Donald Trump pada Januari 2025, serangkaian insiden kecelakaan pesawat fatal mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem
Sean Penn tidak hadir saat memenangkan Best Supporting Actor di Oscar 2026. Sang aktor justru tertangkap kamera berada di Kyiv bersama Presiden Zelensky.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrikĀ
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved