Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA pada Minggu (3/4) mengatakan bahwa pembicaraan damai dengan Ukraina belum cukup berkembang untuk pertemuan para pemimpin. Posisi Moskow tentang status Krimea dan Donbas tetap tidak berubah.
"Draf perjanjian belum siap untuk diajukan ke pertemuan di tingkat atas," kata kepala negosiator Rusia Vladimir Medinsky di Telegram. "Saya ulangi lagi dan lagi, posisi Rusia di Krimea dan Donbas tetap tidak berubah," tegasnya.
Kedua belah pihak telah mengadakan pembicaraan berkala sejak Rusia meluncurkan invasi pada 24 Februari, tetapi belum ada terobosan. Medinsky mengatakan bahwa Ukraina mulai menunjukkan pendekatan yang lebih realistis untuk pembicaraan damai.
Dia mengatakan Ukraina setuju akan netral, tidak memiliki senjata nuklir, tidak bergabung dengan blok militer, dan menolak menjadi tuan rumah pangkalan militer. Mengenai masalah Krimea, yang dicaplok Rusia dari Ukraina pada 2014, dan dua wilayah pemberontak yang didukung Rusia di Donbas timur yang diakui Presiden Vladimir Putin sebagai negara merdeka pada Februari, Medinsky mengindikasikan tidak ada kemajuan.
Medinsky mengatakan dia tidak memiliki optimisme yang sama dengan negosiator Ukraina David Arakhamia. Arakhamia pada Sabtu mengatakan kepada televisi Ukraina bahwa rancangan kesepakatan itu cukup maju untuk memungkinkan konsultasi antara Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
"Sayangnya, saya tidak setuju dengan optimisme Arakhamia," kata Medinsky. "Selain itu, para ahli diplomatik dan militer Ukraina tertinggal jauh dalam mengonfirmasi bahkan kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai di tingkat politik pada rancangan teks tersebut," terangnya.
Baca juga: Serangan Udara Militer Rusia Hantam Pelabuhan Strategis Ukraina
Pembicaraan melalui konferensi video, katanya, akan dilanjutkan pada Senin. (Straits Times/OL-14)
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
SUATU dokumen FBI pada 2020 yang termasuk dalam berkas Epstein menuduh bahwa miliarder paedofil Jeffrey Epstein dilatih sebagai mata-mata di bawah mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
Rusia luncurkan serangan energi terbesar di awal 2026, tewaskan warga sipil dan rusak ikon Kyiv, di tengah persiapan perundingan damai di Abu Dhabi.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved