Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN Rusia melancarkan rentetan serangan udara pada Senin di kota-kota di seluruh Ukraina, ketika pihak yang bertikai saling menyalahkan atas serangan mematikan di wilayah separatis pro-Moskow.
Dengan pasukan Rusia mengancam akan mengambil kendali penuh dari beberapa kota besar, putaran keempat pembicaraan gagal memberikan terobosan pada hari ke-19 operasi khusus Rusia, dengan negosiasi akan dilanjutkan pada Selasa.
Di ibu kota Ukraina, yang sudah dikepung di dua sisi, serangan udara Rusia yang terbaru menewaskan setidaknya dua orang.
"Mereka mengatakan bahwa luka bakarnya terlalu parah, sehingga saya tidak akan mengenalinya," isak Lidiya Tikhovska, 83, sambil menatap tempat di mana seorang paramedis mengatakan jenazah putranya Vitaliy terbaring.
"Saya berharap Rusia merasakan kesedihan yang sama seperti yang saya rasakan sekarang," katanya, dengan air mata mengalir di pipinya.
Seorang koresponden Fox News, Benjamin Hall dari Inggris, terluka dan dirawat di rumah sakit saat melaporkan situasi di pinggiran kota, kata jaringan itu, sehari setelah seorang jurnalis AS tertembak mati di Irpin.
Ketika pasukan Rusia menembaki Kyiv, separatis yang didukung Moskow mengatakan pecahan dari rudal Tochka-U Ukraina yang ditembak jatuh merobek pusat kota Donetsk, yang menewaskan 23 orang. Moskow menyebutnya sebagai kejahatan perang dan pemberontak mempublikasikan gambar mayat berdarah berserakan di jalan.
Tetapi tentara Ukraina membantah menembakkan rudal ke kota itu. Juru Bicara Militer Ukraina Leonid Matyukhin mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Ini jelas roket Rusia atau amunisi lain".
Sementara itu, di wilayah tetangga Lugansk, Komandan Ukraina Sergiy Gaiday mengatakan seluruh zona yang dikuasai Ukraina dibombardir, termasuk rumah, rumah sakit, sekolah, jaringan air, gas dan listrik serta kereta yang mengevakuasi warga sipil.
Di ujung lain negara itu, di sebuah desa di luar kota Rivne, pihak berwenang setempat mengatakan sembilan orang tewas dan sembilan lainnya terluka ketika pasukan Rusia menabrak menara televisi.
Selama pembicaraan konferensi video dengan perwakilan Rusia, Ukraina mengatakan pihaknya menuntut perdamaian, gencatan senjata segera dan penarikan pasukan Rusia.
Adapun Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa Putin telah memerintahkan pasukannya untuk menahan setiap serangan langsung di kota-kota besar karena kerugian sipil akan semakin besar.
Namun, dia mengatakan Kementerian Pertahanan Rusia tidak menutup kemungkinan untuk menempatkan kota-kota besar, yang sudah hampir sepenuhnya terkepung, di bawah kendali penuhnya. (AFP/OL-13)
Baca Juga: Bank Dunia Ingatkan Masyarakat Tidak Menimbun Makanan atau Bensin
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Rusia tidak menunjukkan itikad untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Kecemasan akan aksi militer sudah berbulan-bulan menghantui warga Venezuela sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengerahkan armada laut besar ke Karibia.
Peta diplomasi penyelesaian konflik Ukraina-Rusia semakin rumit, dengan Eropa ingin terlibat, Amerika Serikat ingin memimpin, dan Rusia mencari legitimasi.
Protes yang diselenggarakan oleh partai Sahra Wagenknecht Alliance Reason and Justice (BSW) tersebut berlangsung di Gerbang Brandenburg.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved