Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Sembilan Warga Sumut Terjebak di Zona Perang Rusia-Ukraina

Yoseph Pencawan
08/3/2022 11:06
Sembilan Warga Sumut Terjebak di Zona Perang Rusia-Ukraina
Ilustrasi: konflik Rusia dan Ukraina memasuki hari ke 12, Selasa (8/3/2022)(AFP)

SEBANYAK sembilan orang warga Sumatra Utara, Indonesia hingga kini masih terjebak di zona perang Rusia-Ukraina, sekitar dua jam dari kota Kiev (ibu kota Ukraina).

Pemerintah Kota Binjai, Sumatra Utara, menyatakan telah memfasilitasi komunikasi virtual dengan sembilang orang warga yang masih berada di
Ukraina.  "Dari sembilang orang tersebut, enam orang di antaranya warga Binjai dan tiga lainnya warga Langkat," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kota Binjai, Hamdani Hasibuan, Selasa (8/3).

Keenam warga Binjai tersebut adalah Iskandar, Muhammad Raga Prayuda, Muhammad Aris Wahyudi, Syahfitra Sandiyoga, Agus Alfirian serta Rian Jaya Kusuma. Adapun tiga orang yang berasal dari Langkat yakni Dedi Irawan, Zulham Ramadhan dan Amri Abas.

Kesembilan warga yang terjebak di Ukraina tersebut diketahui setelah pihak keluarga mendatangi Pemkot Binjai, kemarin. Lalu Pemkot Binjai memfasilitasi diadakannya komunikasi virtual dengan mereka, di Binjai Command Center (BCC) pada hari itu juga.

Menurut Hamdani, komunikasi virtual ini diinisiasi Dubes RI untuk Ukraina periode 2017-2021 Yuddy Chrisnandi dan PWI Kota Binjai.

Selain pihak keluarga dan sejumlah pejabat Pemkot Binjai, "zoom meeting" itu juga diikuti para diplomat terkait. Di antaranya Dubes RI untuk Ukraina Ghafur Dharmaputra, Direktorat Eropa 2 yang membawahi Ukraina dan Rusia Winardi Hanafi Lucky dan Direktur Perlindungan Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha.

Dari pertemuan itu didapat informasi lebih detil mengenai keberadaan dan kondisi mereka. Kesembilan orang tersebut datang ke Ukraina untuk mencari nafkah dengan bekerja di sebuah Pabrik Plastik di Kota Chernihiv sejak 2018.

Chernihiv berjarak sekitar dua jam dari Ibu Kota Ukraina, Kiev. Menurut kesembilan pekerja, daerah tempat mereka bekerja itu termasuk menjadi zona
perang. Saat ini mereka dalam kondisi terjebak, tidak dapat keluar dari daerah tersebut.

Yuddy Chrisnandi mengaku mengenal kesembilan pekerja tersebut ketika masih menjabat dubes.

Hamdani mengatakan, Pemkot Binjai menyadari melakukan evakuasi di tengah kecamuk perang tidak mudah, tetapi para pekerja diharap dapat secepatnya dikeluarkan dari negara itu. Dia pun memastikan Pemkot Binjai akan selalu siap memfasilitasi komunikasi antara para pekerja dengan keluarganya. (OL-13)

baca Juga: PBB Serukan Adanya jalur Aman untuk Bantuan kemanusiaan ke Ukraina



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya