Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK sembilan orang warga Sumatra Utara, Indonesia hingga kini masih terjebak di zona perang Rusia-Ukraina, sekitar dua jam dari kota Kiev (ibu kota Ukraina).
Pemerintah Kota Binjai, Sumatra Utara, menyatakan telah memfasilitasi komunikasi virtual dengan sembilang orang warga yang masih berada di
Ukraina. "Dari sembilang orang tersebut, enam orang di antaranya warga Binjai dan tiga lainnya warga Langkat," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kota Binjai, Hamdani Hasibuan, Selasa (8/3).
Keenam warga Binjai tersebut adalah Iskandar, Muhammad Raga Prayuda, Muhammad Aris Wahyudi, Syahfitra Sandiyoga, Agus Alfirian serta Rian Jaya Kusuma. Adapun tiga orang yang berasal dari Langkat yakni Dedi Irawan, Zulham Ramadhan dan Amri Abas.
Kesembilan warga yang terjebak di Ukraina tersebut diketahui setelah pihak keluarga mendatangi Pemkot Binjai, kemarin. Lalu Pemkot Binjai memfasilitasi diadakannya komunikasi virtual dengan mereka, di Binjai Command Center (BCC) pada hari itu juga.
Menurut Hamdani, komunikasi virtual ini diinisiasi Dubes RI untuk Ukraina periode 2017-2021 Yuddy Chrisnandi dan PWI Kota Binjai.
Selain pihak keluarga dan sejumlah pejabat Pemkot Binjai, "zoom meeting" itu juga diikuti para diplomat terkait. Di antaranya Dubes RI untuk Ukraina Ghafur Dharmaputra, Direktorat Eropa 2 yang membawahi Ukraina dan Rusia Winardi Hanafi Lucky dan Direktur Perlindungan Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha.
Dari pertemuan itu didapat informasi lebih detil mengenai keberadaan dan kondisi mereka. Kesembilan orang tersebut datang ke Ukraina untuk mencari nafkah dengan bekerja di sebuah Pabrik Plastik di Kota Chernihiv sejak 2018.
Chernihiv berjarak sekitar dua jam dari Ibu Kota Ukraina, Kiev. Menurut kesembilan pekerja, daerah tempat mereka bekerja itu termasuk menjadi zona
perang. Saat ini mereka dalam kondisi terjebak, tidak dapat keluar dari daerah tersebut.
Yuddy Chrisnandi mengaku mengenal kesembilan pekerja tersebut ketika masih menjabat dubes.
Hamdani mengatakan, Pemkot Binjai menyadari melakukan evakuasi di tengah kecamuk perang tidak mudah, tetapi para pekerja diharap dapat secepatnya dikeluarkan dari negara itu. Dia pun memastikan Pemkot Binjai akan selalu siap memfasilitasi komunikasi antara para pekerja dengan keluarganya. (OL-13)
baca Juga: PBB Serukan Adanya jalur Aman untuk Bantuan kemanusiaan ke Ukraina
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Rosatom mengatakan telah mengevakuasi hampir 100 orang dari Iran.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem, pemprov sudah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 18-21 Februari di Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu.
SUMATRA Utara disebut sebagai wilayah dengan penerapan sanksi hukum paling ekstrem bagi para pelaku kejahatan narkotika di Indonesia.
POLISI menggagalkan upaya pengiriman narkotika jenis sabu seberat delapan kilogram yang dikirim dari Sumatra Utara (Sumut) menggunakan bus angkutan umum dengan modus sebagai oleh-oleh.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved